Kredit BBCA Tembus Rp994 T, Segmen Usaha dan UMKM Jadi Andalan

EBuzz – Di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil mencatat pertumbuhan kredit sebesar 5,6% secara tahunan menjadi Rp994 triliun per Maret 2026. Kinerja ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga fungsi intermediasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh segmen kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau meningkat 7,8% YoY. Penyaluran kredit ke sektor usaha, termasuk UMKM, menjadi salah satu pendorong utama, dengan outstanding kredit UMKM mencapai Rp146 triliun atau tumbuh 12% YoY.

Presiden Direktur BBCA, Hendra Lembong menyampaikan bahwa, momentum musiman seperti Ramadan dan Idulfitri turut mendorong permintaan kredit pada awal tahun. Selain itu, program promosi seperti BCA Expoversary 2026 juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan penyaluran pembiayaan, khususnya pada segmen konsumsi.

“Momentum musiman seperti Ramadan dan Idulfitri turut mendorong permintaan kredit pada awal tahun. Selain itu, program promosi seperti BCA Expoversary 2026 juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan penyaluran pembiayaan, khususnya pada segmen konsumsi,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026). (24/4).

Hendra melanjutkan, untuk pembiayaan berkelanjutan seperti kredit hijau atau green financing tumbuh 7,7% secara YoY menjadi Rp113 triliun, dengan peningkatan signifikan pada sektor energi baru dan terbarukan yang melonjak 53,5% YoY.

“Hal ini menunjukkan pergeseran portofolio kredit ke arah sektor yang lebih ramah lingkungan seiring implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG),” sambungnya.

Green Financing

Selain itu, pembiayaan berkelanjutan juga menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai Rp258,4 triliun atau setara 26% dari total portofolio kredit. Dari sisi kualitas aset, perseroan menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) pada level 1,8% dan loan at risk (LAR) sebesar 5,1%. Sementara, untuk rasio pencadangan yang memadai, masing-masing 174,6% untuk NPL dan 69,7 persen untuk LAR, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit.

Baca Juga : Akumulasi Saham, Bos BCA Borong 300 Ribu Saham BBCA

Penyaluran kredit tersebut didukung oleh struktur pendanaan yang kuat, di mana dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) mendominasi dengan kontribusi 85,2% dari total DPK atau sebesar Rp1.089 triliun, naik 11,2 persen YoY, memberikan ruang likuiditas yang memadai bagi ekspansi kredit.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini