Garudafood (GOOD) Setujui Bagikan Dividen Tunai Rp350,34 Miliar

EBuzz – Emiten konsumsi raksasa, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), mencatatkan laba bersih sebesar Rp756,2 miliar sepanjang tahun buku 2025. Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya, yang ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih sebesar 7,2% hingga menyentuh angka Rp13,1 triliun.

Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja menjelaskan, atas performa solid tersebut, perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp9,5 per saham. Total nilai dividen yang akan digelontorkan mencapai Rp350.337.208.123, atau merepresentasikan dividend payout ratio sebesar 50,9% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.

“Sesuai jadwal, dividen tunai akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 6 Mei 2026,” jelas Hardianto dalam Konfrensi Pers yang digelar secara daring, Kamis (23/4/2026).

Penjualan Garudafood

Lebih lanjut Hardianto mengungkapkan bahwa, segmen makanan dalam kemasan menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 89,9% terhadap total penjualan.

Sementara itu, penjualan domestik masih menjadi tulang punggung perseroan dengan porsi 97,2% dari total pendapatan bersih. Pertumbuhan di pasar dalam negeri ini tercatat sebesar 7,6%, didorong oleh penguatan distribusi, efektivitas program value creation (VCP), serta tingginya permintaan pada kategori produk utama seperti Ready to Serve (RTS), biskuit, serta keju dan susu (dairy).

“Kami berhasil memanfaatkan momentum konsumsi domestik secara optimal. Kinerja Perseroan di tahun 2025 merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis,” ujarnya.

Selain itu, Hardianto menegaskan dalam menghadapi tahun 2026, GOOD menargetkan pemanfaatan momentum konsumsi domestik yang diprediksi tumbuh di level 5,0% hingga 5,4%.

Baca Juga : Garudafood Siapkan Buyback Rp50 Miliar untuk Jaga Stabilitas Harga Saham

“Strategi perseroan mencakup diversifikasi bahan baku untuk memitigasi harga komoditas global, percepatan transformasi digital, serta penguatan prinsip ESG. Sesuai jadwal, dividen tunai akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 6 Mei 2026,” tegas Hardianto.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini