Danantara Ambil Alih Restrukturisasi BUMN Karya, Simak Rencananya

EBuzz – Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi mempercepat langkah restrukturisasi besar-besaran terhadap deretan BUMN di sektor konstruksi atau BUMN Karya.

Langkah strategis ini mencakup penguatan tata kelola (governance), perbaikan laporan keuangan (Lapkeu), hingga peningkatan kepatuhan regulasi secara menyeluruh. Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria saat menggelar rapat intensif bersama jajaran direksi seluruh BUMN Karya guna membahas percepatan transformasi dan penyehatan kinerja perusahaan.

Menurut Dony, transformasi ini diarahkan untuk membangun sektor konstruksi nasional yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel. “Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi,” ujar Dony Oskaria dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (17/4).

Lebih lanjut ia menekankan poin krusial mengenai perbaikan laporan keuangan. Perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah diminta untuk menyajikan laporan keuangan yang lebih realistis dan kredibel sebagai bagian dari fondasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance.

Poin Krusial Penyehatan BUMN Karya

Selain aspek numerik, penguatan prinsip transparansi serta kepatuhan ketat terhadap regulasi menjadi perhatian utama dalam proses restrukturisasi yang tengah berjalan. Dony menilai, penguatan tata kelola dan perbaikan kinerja keuangan ini harus dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan fondasi perusahaan menjadi lebih kokoh.

“Melalui langkah ini, BUMN Karya diharapkan dapat menjadi lebih sehat, kredibel, dan memiliki daya saing yang kuat,” imbuhnya.

Baca Juga : Danantara Targetkan Investasi US$14 Miliar di 2026, Simak Rincian Asetnya

Dony menilai, keberhasilan restrukturisasi ini sangat penting untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk investor dan perbankan, terhadap keberlangsungan bisnis BUMN Karya di masa depan.

Melalui koordinasi di bawah Danantara, proses penyehatan ini diharapkan mampu membawa standar baru dalam manajemen konstruksi pelat merah di tanah air.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini