Konflik AS-Iran Memanas, Penutupan Selat Hormuz Tekan Kinerja CEKA

EBuzz – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas, dengan serangan udara yang terus berlanjut dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Situasi makin diperparah dengan penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Dampaknya tidak hanya mendorong kenaikan harga minyak global, tetapi juga merembet ke berbagai sektor bisnis, termasuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA).

Corporate Secretary CEKA, Emmanuel Dwi Iriyadi mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak telah memicu kenaikan harga bahan baku, seperti crude palm oil (CPO) dan palm kernel, yang meningkat hampir 10%.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026, 1,48 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

“Kenaikan tersebut berdampak langsung pada biaya produksi perusahaan, termasuk meningkatnya harga bahan pembantu dan biaya logistik. Hal ini membuat beban operasional CEKA ikut membengkak,” kata dia dalam keterangan resminya, seperti dikutip Jumat (20/3/2026).

Selain itu, gejolak geopolitik di Timur Tengah juga memicu ketidakpastian global, mulai dari volatilitas harga energi dan komoditas, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi pasar keuangan dan nilai tukar.

Meski CEKA tidak memiliki operasi langsung di wilayah konflik, dampak tidak langsung dari kondisi global tersebut tetap berpotensi memengaruhi kinerja keuangan dan operasional perusahaan.

Saat ini, perseroan masih terus memantau perkembangan situasi, termasuk dampak lanjutan dari penutupan Selat Hormuz terhadap bisnisnya ke depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini