EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tengah mengambil langkah strategis untuk memperluas cakupan penetrasi pembiayaannya di luar segmentasi konvensional kredit pemilikan rumah (KPR) dengan menyasar ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah.
Direktur Network dan Retail Funding BTN, Rully Setiawan mengonfirmasi bahwa, perseroan telah mulai memasuki segmen MBG tersebut sebagai bagian dari diversifikasi portofolio kredit.
“Kami sudah mulai masuk ke MBG,” saat ditemui di Bali, Minggu (15/3/2026). (16/3).
Rully menambahkan, harus diakui bahwa realisasi pembiayaan pada sektor ini masih berada pada tahap awal, BTN berkomitmen untuk terus meningkatkan penetrasi kredit, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok program pemenuhan gizi nasional tersebut.
Terlebih lagi momentum ekspansi kredit ini sejalan dengan rencana pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memproyeksikan tambahan injeksi penempatan dana kepada sektor perbankan sebesar Rp100 triliun.
Suntikan Likuiditas

Menurutnya, bagi bank pelat merah ini, tambahan suntikan likuiditas tersebut dipandang sebagai katalis penting untuk menggerakkan mesin pertumbuhan kredit ke pasar yang lebih luas. Berdasarkan rekam jejak sebelumnya, BTN tercatat telah menerima alokasi penempatan dana pemerintah sebesar Rp25 triliun dari total pagu Rp276 triliun yang didistribusikan kepada anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank pembangunan daerah terpilih.
Baca Juga : Bukan Cuma KPR, Bos BTN Buka-bukaan Strategi Jadi Bank Keluarga RI
Dalam alokasi sebelumnya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, sementara BSI mendapatkan Rp10 triliun dan Bank DKI sebesar Rp1 triliun.
“Manajemen BTN menyatakan optimisme tinggi bahwa ketersediaan dana pemerintah akan secara langsung berkorelasi positif terhadap akselerasi penyaluran kredit perusahaan,” jelasnya.

Dirinya menegaskan bahwa, dengan dukungan penempatan dana sebesar Rp25 triliun pada periode sebelumnya, BTN berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit di level double digit. Capaian tersebut mencetak sejarah baru bagi internal perseroan, di mana pertumbuhan kredit yang biasanya berada di kisaran 9% mampu terdongkrak signifikan hingga menyentuh angka 12%.
“Oleh karena itu, BTN bersiap mengoptimalkan kapasitas intermediasi perbankannya untuk mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ekosistem bisnis UMKM yang berkelanjutan,” tutup Rully.

