EBuzz – Emiten tambang batubara PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) sedang berjuang menghadapi tekanan fundamental yang cukup berat sepanjang tahun berjalan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan mengalami penurunan performa yang signifikan dengan pendapatan terkontraksi 18,90%.
Sekretaris Perusahaan PT Black Diamond Resources Tbk, Agianita Julinda mengatakan bahwa, laba bersih yang anjlok hingga 26,72% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kondisi kas dan bank perusahaan juga terpantau turun signifikan sebesar 54,73% jika dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024.
“Penurunan harga batubara sepanjang tahun 2025 sebagai penyebab utama, mengingat biaya operasional tidak ikut turun secara proporsiona,” kata Agianita dalam keterbukaan informasi, Rabu (11/3/2026).
Upaya Efisiensi dan Kelangsungan Usaha

Menghadapi tantangan likuiditas, COAL tengah menggenjot program efisiensi di seluruh lini operasional agar kegiatan perusahaan tetap terjaga. Meski kinerja keuangan melandai, manajemen menegaskan bahwa kondisi operasional dan kelangsungan usaha tetap berjalan normal tanpa gangguan material.
Baca Juga : Sujaka Lays Jual 70,07 Juta Saham COAL
Hingga saat ini, perusahaan mengklaim tetap berkomitmen memenuhi kewajiban jangka pendeknya, termasuk pembayaran utang usaha yang jatuh tempo, gaji dan tunjangan karyawan, serta setoran pajak.
“Tidak ada kesulitan atau kendala dalam menjalankan usaha dan operasional. Proses audit laporan keuangan tahunan 2025 juga sedang dalam tahap finalisasi untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan pada akhir Maret ini,” tambah Agianita.

