EBuzz – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bersama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Peninjauan ini menjadi tahap awal dalam perencanaan konsep pembangunan kawasan hunian yang akan dikembangkan pada lahan di wilayah dengan akses intermoda transportasi. Lokasi tersebut direncanakan menjadi kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang termasuk dalam program prioritas Presiden.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan peninjauan lokasi merupakan bagian dari upaya awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dilakukan secara terencana.
“Penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Pengembangan kawasan hunian tersebut dirancang melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, BUMN, dan sektor usaha,” kata Rosan dalam keterangan tertulisnya. (9/3).

Rosan menegaskan, Danantara akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan dengan Kementerian PKP. “Tahap tersebut meliputi penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga, serta perumusan konsep dan kriteria pembelian bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pernyataan niat dari Yayasan Pelita Harapan untuk menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia guna mendukung pengembangan kawasan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga : Gaet Asosiasi Pengembang, Maruarar Sirait Kebut Pembangunan 3 Juta Rumah
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau.

