Pembiayaan Berkelanjutan BNI Tembus Rp197 Triliun Sepanjang 2025

EBuzz – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp197 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut setara dengan 22% dari total kredit BNI, menegaskan peran perseroan dalam mendorong pembiayaan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan serta pengelolaan risiko jangka panjang.

Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar menjelaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan tersebut disalurkan ke berbagai sektor strategis, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan lahan, hingga pengelolaan air dan limbah.

“Capaian ini mencerminkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan,” ujar Alexandra dalam keterangan resminya, seperti dikutip Senin (9/2/2026).

Sepanjang 2025, BNI memperkuat implementasi keberlanjutan melalui tiga Pilar Keberlanjutan dalam ESG Blueprint, yaitu Sustainable Finance, Corporate Sustainability, serta Inclusion & Resilience. Ketiga pilar ini mengintegrasikan kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) ke seluruh lini bisnis perseroan.

Baca juga: Sepanjang 2025, Kredit BNI Tumbuh 15,9% dan Laba Bersih Tembus Rp20 Triliun

Dari sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui pengembangan Sustainability-Linked Loan (SLL) dan green financing. Skema ini dirancang untuk mendorong peningkatan kinerja ESG para debitur sekaligus mendukung target Net Zero Emission pada 2060.

Komitmen tersebut juga tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 yang memperoleh peringkat idAAA, serta Green Bond Rp5 triliun pada 2022. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut dialokasikan untuk pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan dan sosial sesuai standar nasional maupun internasional.

Selain pembiayaan, BNI memperkuat peran advisory kepada debitur dalam proses transisi menuju praktik usaha berkelanjutan. Perseroan meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit, menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang memiliki panduan tersebut.

Pendampingan teknis juga diberikan kepada debitur di sektor AFOLU, konstruksi dan real estate, serta transportasi dan logistik untuk penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).

Di sisi operasional, BNI menerapkan konsep Zero Waste to Landfill (ZWTL) dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) di lima kantor pusat. Sepanjang 2025, BNI berhasil mendaur ulang 611,5 ton limbah padat, atau setara 100% dari total limbah padat yang dihasilkan.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional,” tegas Alexandra.

Dengan berbagai capaian tersebut, dia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penerapan ESG dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian integral dari strategi jangka panjang, guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepenting

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini