EBuzz – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Manajemen BUKA menyampaikan, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp280.993.812.026. Dana tersebut merupakan sisa alokasi buyback dari program sebelumnya yang diumumkan pada 23 Oktober 2025 dan masih tersimpan dalam kas internal perseroan.
Buyback saham akan dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap maupun sekaligus.
“Pelaksanaan aksi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 9 Februari 2026 hingga paling lambat 8 Mei 2026, dengan sumber dana berasal dari optimalisasi kas internal perusahaan,” tulis manajemen BUKA seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (6/2/2026).
Asal tahu saja, BUKA telah menyelesaikan program buyback sebelumnya yang berlangsung sejak 30 Oktober 2025 hingga 29 Januari 2026.
Baca juga: SOFA Bentuk Anak Usaha Baru di Sektor Energi
Setelah program tersebut rampung, masih terdapat sisa dana buyback sebesar Rp280,99 miliar. Karena jumlah tersebut belum melampaui batas maksimum pembelian kembali saham sesuai rencana awal, perseroan memutuskan untuk melanjutkan program buyback.
Manajemen BUKA menilai aksi ini penting untuk menjaga keseimbangan antara fundamental perusahaan dan dinamika pasar yang terjadi saat ini. Buyback saham juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai intrinsik BUKA serta prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan struktur permodalan dan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Manajemen BUKA menambahkan, pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan, operasional, maupun rencana investasi perusahaan lainnya.
“Aksi ini justru menunjukkan bahwa perseroan memiliki likuiditas yang kuat dan berada dalam kondisi keuangan yang sehat, sehingga tidak diperkirakan akan berdampak negatif terhadap pendapatan perusahaan,” jelas manajemen BUKA.

