Target Harga RMKE Diramal Tembus ke Rp10.000, Sinarmas Ungkap Alasannya

EBuzz – Sinarmas Sekuritas dalam laporan riset terbarunya mempertahankan rekomendasi BUY sekaligus menaikkan target harga atau target price (TP) untuk saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) menjadi Rp10.000 per lembar saham.

Optimisme tersebut tertuang dalam laporan riset bertajuk “On-The-Ground: RMKE Coal Logistics Flow”, yang disusun setelah tim analis Sinarmas Sekuritas melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas operasional RMKE di Sumatera Selatan.

Dalam laporannya, Sinarmas Sekuritas menyoroti integrasi proses mulai dari pembongkaran kereta api di Stasiun Simpang hingga pengangkutan ke hilir melalui Pelabuhan Musi 2.

Menurutnya, infrastruktur tersebut dinilai memiliki kapasitas besar yang belum termanfaatkan secara optimal (latent capacity), sehingga membuka peluang pertumbuhan volume yang signifikan tanpa kebutuhan belanja modal (capex) besar ke depan.

“Fasilitas Stasiun Simpang saat ini memiliki lima jalur pembongkaran dengan kapasitas terpasang mencapai 30 juta ton per tahun. Dengan realisasi volume bongkar sekitar 9 juta ton sepanjang 2025, tingkat utilisasi baru berada di kisaran 30%, mencerminkan ruang ekspansi yang masih sangat luas,” tulis Tim Analis Sinarmas Sekuritas dalam laporannya. (12/1).

Saham RMKE Naik 100 Persen

Sementara itu, jalan khusus atau hauling road sepanjang 8 kilometer yang dioperasikan RMKE memiliki kapasitas angkut hingga 15,1 juta ton batubara per tahun, sejalan dengan target volume manajemen pada tahun 2026.

Di sisi hilir, Pelabuhan Musi 2 dilengkapi lima jalur conveyor belt dengan kapasitas muat hingga 32 juta ton per tahun ke tongkang. Kapasitas ini dinilai seimbang dengan kemampuan bongkar di Stasiun Simpang, sehingga meminimalkan potensi hambatan (bottleneck) dalam rantai pasok logistik batubara perseroan.

Sinarmas Sekuritas juga mencatat bahwa saham RMKE telah mengalami kenaikan sekitar 100% sejak inisiasi awal. Selain itu, RMKE dinilai berada pada posisi strategis untuk mencapai tonggak volume 20 juta ton pada 2027. Prospek ini turut ditopang oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang transportasi batubara melalui jalan umum.

“Revisi target harga menjadi Rp10.000 didorong oleh proyeksi volume bongkar yang lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya, dengan manajemen menargetkan volume hingga 15 juta ton pada 2026,” sambungnya.

Dengan visibilitas volume yang kuat, operating leverage yang berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang kondusif, Sinarmas Sekuritas menilai momentum penguatan saham RMKE masih berpotensi berlanjut dalam jangka menengah hingga panjang.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini