EBuzz – PT SLJ Global Tbk (SULI) memperoleh suntikan likuiditas melalui pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai SGD 2 juta atau setara sekitar Rp25,86 miliar. Dana tersebut diterima Perseroan dari Presiden Direktur SLJ Global, Amir Sunarko.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian pinjaman pemegang saham tersebut ditandatangani pada 24 Desember 2025 dan mulai efektif per 31 Desember 2025, setelah dana pinjaman masuk ke rekening Perseroan.
Direktur SULI, Bubun Hasbullah, menyatakan bahwa pemberian pinjaman pemegang saham ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan Perseroan. Skema pinjaman tanpa bunga dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pembiayaan perbankan karena memberikan fleksibilitas pembayaran sekaligus breathing space bagi arus kas.

“Tambahan likuiditas ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja operasional, termasuk percepatan produksi dan pertumbuhan volume penjualan. Kami berharap langkah ini dapat membalikkan tren kinerja keuangan yang sebelumnya tertekan,” ujar Bubun dalam keterbukaan informasi, Jumat (2/1/2026). (5/1).
Dengan dukungan pemegang saham, manajemen optimistis kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap keberlangsungan dan stabilitas Perseroan akan semakin menguat.
“Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan usaha Perseroan, terutama dalam upaya memperbaiki struktur keuangan dan memperkuat rasio likuiditas jangka pendek,” tegasnya.
Sebagai informasi, transaksi pemberian pinjaman ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 42/POJK.04/2020. Namun, Perseroan menegaskan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material karena nilainya tidak mencapai 20 persen dari ekuitas Perseroan dan telah dinyatakan wajar berdasarkan penilaian pihak independen.

