OJK Dorong BPD Jadi Motor Ekonomi Nasional

EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai pilar utama pembangunan ekonomi di daerah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam Diskusi Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Yogyakarta, Kamis (21/8/2025).

Menurut Dian, BPD memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi juga penggerak ekonomi wilayah dan mitra penting pemerintah daerah.

“Meski menghadapi keterbatasan struktural, BPD terbukti mampu menjaga kinerja intermediasi dan ketahanan perbankan dengan baik. Peran BPD sebagai lokomotif pembangunan dan inklusi keuangan menjadikannya tulang punggung perekonomian daerah,” kata Dian. (26/8).

Dian menambahkan, OJK mendorong sinergi antar-BPD melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang diharapkan memperkuat daya saing dan resiliensi bank daerah. Selain itu, konsolidasi BPR yang berada di bawah naungan BPD juga diharapkan dapat memperluas akses kredit mikro dan memperbaiki tata kelola.

“Transformasi BPD bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Dengan dukungan pemegang saham, direksi, dan dewan komisaris, BPD harus mampu tampil sebagai regional champion yang berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Kinerja BPD Tumbuh Positif

Untuk mendorong arah transformasi, OJK telah meluncurkan Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang berfokus pada empat pilar utama yakni, penguatan struktur dan keunggulan BPD, akselerasi transformasi digital, penguatan peran ekonomi daerah dan nasional, dan penguatan perizinan, pengaturan, dan pengawasan yang lebih cepat.

Selain itu, Dian juga menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur dan sumber daya teknologi informasi, khususnya di bidang keamanan siber.

“OJK telah menerbitkan Panduan Digital Resilience serta Tata Kelola Artificial Intelligence (AI) Perbankan Indonesia agar transformasi digital BPD dapat berjalan aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujar Dian.

Hingga saat ini, kinerja BPD tercatat solid dengan rata-rata pertumbuhan aset sebesar 7,29%, kredit tumbuh 6,82%, serta Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,30% secara tahunan. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap BPD terus meningkat.

BPD juga dinilai mampu menjaga kualitas kredit dan permodalan yang sehat, sehingga tetap kompetitif di tengah persaingan dengan bank umum.

Dengan jaringan yang dekat dengan masyarakat, BPD diyakini akan tetap menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus memperkuat daya saing nasional di era digital.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini