EBuzz – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menambah kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet atau Network Access Point (NAP) yang masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Nomor 61107.
Rencana penambahan kegiatan usaha NAP tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS TBIG dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026.
Baca Juga : TBIG Tawarkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Hingga 8,25%
Manajemen TBIG menjelaskan, pengembangan bisnis tersebut akan dilakukan melalui PT Tower Bersama (TB) dan entitas anak lainnya yang telah memiliki pengalaman dalam bidang infrastruktur telekomunikasi dan pengembangannya.

“Sehingga, pelaksanaan kegiatan usaha NAP dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang telah berjalan selama ini,” ujar manajemen TBIG dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/8/2026).
Untuk mendukung operasional NAP, Perseroan akan membentuk unit khusus di bawah Direktorat Pengembangan dan Implementasi. Pembentukan unit tersebut tidak akan mengubah struktur organisasi TBIG secara signifikan.
Kegiatan operasional NAP nantinya membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi teknis di bidang jaringan, keamanan siber, dan manajemen sistem. Beberapa fungsi yang diperlukan antara lain network architect, network engineer, NOC engineer untuk operasional 24 jam, IP address & routing administrator, system administrator, account manager atau sales engineer, serta fungsi finance dan compliance.
Infrastruktur Backbone

Menurut manajemen, jika dilihat secara bisnis, NAP akan menjadi lapisan penghubung antara jaringan internet distribusi lokal dengan infrastruktur jaringan backbone internet internasional. Layanan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akses jaringan internet berbasis protokol internet (IP), khususnya bagi Internet Service Provider (ISP), korporasi, dan institusi dengan skema bisnis business-to-business (B2B).
“TBIG akan mengembangkan model bisnis NAP sebagai platform penyedia layanan transit internet tingkat grosir atau wholesale IP transit,” ucapnya.
Pengembangan tersebut akan memanfaatkan infrastruktur yang telah dimiliki grup, termasuk jaringan serat optik sepanjang sekitar 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, data center, serta entitas anak yang bergerak di bidang penyedia jasa internet.

Dengan infrastruktur tersebut, Perseroan menargetkan ISP Tier 2-3 dan pelanggan korporasi sebagai pasar kegiatan usaha NAP.
“Dengan demikian, pengembangan bisnis NAP tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun tambahan investasi yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang belum memiliki jaringan menara telekomunikasi dan backbone jaringan serat optik,” kata manajemen.
Baca Juga : Gelar RUPST, TBIG Kantongi Restu untuk Terbitkan Obligasi US$900 Juta
Saat ini, TBIG menjalankan bisnis utama berupa pengoperasian menara telekomunikasi dan micro cell pole yang disewakan kepada perusahaan operator telekomunikasi melalui perjanjian sewa jangka panjang.

