EBuzz-Emiten media dan periklanan, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) atau SSPACE, melaporkan kinerja keuangan yang solid untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Perseroan berhasil membukukan laba neto tahun berjalan sebesar Rp4,32 miliar, melesat 246,23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,25 miliar.
Meskipun pendapatan neto konsolidasian mengalami sedikit koreksi tipis sebesar 0,25% menjadi Rp30,75 miliar dari sebelumnya Rp30,82 miliar, efisiensi dan pendapatan lain-lain berhasil mendorong profitabilitas perusahaan.
Laba Neto yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: Mencapai Rp7,59 miliar, naik signifikan dari Rp1,20 miliar pada Kuartal I-2025. Laba Per Saham Dasar: Sejalan dengan kenaikan laba, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp0,98 per lembar, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp0,15.
Analisis Komposisi Pendapatan Struktur pendapatan SSPACE pada awal tahun 2026 menunjukkan diversifikasi yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen periklanan masih menjadi kontributor utama dengan nilai Rp26,97 miliar, tumbuh signifikan dari Rp17,82 miliar secara year-on-year. Merchandise: Segmen baru yang memberikan kontribusi sebesar Rp2,07 miliar. Acara dan Pameran menyumbangkan pendapatan sebesar Rp1,32 miliar.
Jasa konsultasi mencatatkan pendapatan Rp382,58 juta, mengalami penurunan tajam dari sebelumnya Rp13,00 miliar.
Kualitas Aset dan Posisi Keuangan Hingga 31 Maret 2026, SSPACE menjaga posisi keuangan dengan total aset sebesar Rp311,17 miliar, terkontraksi 10,06% dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp345,97 miliar.
Kas dan Setara Kas: Perseroan memiliki posisi kas yang kuat sebesar Rp131,23 miliar, meskipun sedikit menurun dari Rp136,87 miliar di akhir tahun 2025. Total liabilitas berhasil ditekan secara signifikan sebesar 42,46% menjadi Rp56,12 miliar, dari sebelumnya Rp97,53 miliar. Penurunan terutama didorong oleh pelunasan utang bank jangka pendek yang kini nihil (Rp0) dari sebelumnya Rp8 miliar.
Total ekuitas tumbuh menjadi Rp255,05 miliar dari posisi akhir tahun 2025 sebesar Rp248,44 miliar.
Kenaikan laba yang signifikan di tengah pendapatan yang stabil menunjukkan keberhasilan strategi manajemen dalam mengoptimalkan beban usaha dan pendapatan non-operasional di tengah dinamika pasar media nasional.

