economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Siloam Rogoh Rp6,9 Triliun untuk Akuisisi 14 Rumah Sakit Milik First REIT

Oleh Clara 23 Sep 2026 11:09 4 menit baca

EBuzz - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) mengambil langkah ekspansi besar dengan mengakuisisi saham 14 perusahaan yang terafiliasi dengan rumah sakit milik First Real Estate Investment Trust (First REIT). Perseroan memperkirakan nilai investasi untuk aksi korporasi ini mencapai Rp6,9 triliun.

Siloam Bidik Kepemilikan Langsung untuk Perluas Kendali Operasional

First REIT selama ini berfokus mengelola investasi aset fasilitas kesehatan dan real estat terkait kesehatan di kawasan Asia. Trust ini beroperasi di Indonesia melalui entitas anak yang dimilikinya secara langsung maupun tidak langsung, sementara Siloam berperan sebagai operator dari sejumlah fasilitas kesehatan tersebut.

Manajemen Siloam menjelaskan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa akuisisi ini akan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan fasilitas yang sudah beroperasi. Langkah ini akan berdampak langsung pada pengelolaan aset, pemeliharaan fasilitas, hingga perencanaan strategis jangka panjang perseroan.

"Kepemilikan langsung memungkinkan Perseroan untuk memiliki keleluasaan penuh dalam mengoptimalkan investasi sesuai kebutuhan medis dan komersial, yang sebelumnya terbatas oleh ketentuan sewa dalam melakukan ekspansi dan renovasi," tulis manajemen Siloam, Selasa (22/9/2026).

Transaksi Dirancang dalam Dua Tahap Akuisisi

Siloam merancang transaksi ini dalam dua tahap dengan skema hukum yang berbeda. Perseroan mengeksekusi tahap pertama melalui pengambilalihan delapan perusahaan sasaran berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) yang diteken pada 1 April 2026.

Sementara itu, Siloam menyiapkan tahap kedua untuk mengakuisisi enam perusahaan sasaran tambahan. Perseroan akan mengeksekusi tahap ini apabila pemegang opsi menjalankan hak jualnya berdasarkan Put Option Agreement (POA) yang juga diteken pada 1 April 2026.

Delapan Rumah Sakit Masuk Radar Akuisisi Tahap Pertama

Siloam menargetkan kepemilikan penuh atau 100% saham pada delapan perusahaan sasaran di tahap pertama. Perseroan akan mengambil alih PT Sriwijaya Mega Abadi (SMA) dari Sriwijaya Investment I Pte. Ltd. dan Sriwijaya Investment II Pte. Ltd. SMA menguasai aset Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang di Sumatera Selatan.

Siloam turut mengakuisisi PT Eka Dasa Parinama (EDP) dari Finura Investments Pte. Ltd. dan Glamis Investments Pte. Ltd. EDP memiliki aset Siloam Hospitals Purwakarta di Jawa Barat. Perseroan juga mengambil alih PT Sentra Dinamika Perkasa (SDP) dari GOT Pte. Ltd. dan Lovage International Pte. Ltd., pemilik aset Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang, Banten.

Akuisisi berikutnya menyasar PT Graha Indah Pratama (GIP) dari Henley Investments Pte. Ltd. dan Primerich Investments Pte. Ltd., yang menguasai aset Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta Barat. Siloam melanjutkan dengan mengambil alih PT Dasa Graha Jaya (DGJ) dari Globalink Investments Pte. Ltd. dan Fortuna Capital Pte. Ltd., pemilik aset Siloam Hospitals Denpasar di Bali.

Perseroan turut mengakuisisi divisi rumah sakit PT Nusa Bahana Niaga (NBN) dari SHKP Investment I Pte. Ltd., pemilik aset Siloam Hospitals Kupang di Nusa Tenggara Timur. Siloam juga mengambil alih divisi rumah sakit PT Buton Bangun Cipta (BBC) dari SHBulton Investment I Pte. Ltd., yang menguasai aset Siloam Hospitals Baubau di Sulawesi Tenggara. Perseroan menutup daftar tahap pertama dengan mengakuisisi divisi rumah sakit PT Menara Abadi Megah (MAM) dari Rhuddlan Investment Pte. Ltd., pemilik aset Siloam Hospitals Manado di Sulawesi Utara.

Enam Aset Tambahan Menanti Eksekusi Opsi Jual

Siloam menyiapkan enam perusahaan sasaran lain untuk tahap kedua, yang baru terealisasi jika pemegang opsi mengeksekusi hak jualnya. Daftar ini mencakup PT Prima Laguan Bajo (PLB) dengan aset Siloam Hospitals Labuan Bajo di Manggarai Barat, dan PT Perisai Dunia Sejahtera (PDS) yang memiliki aset Siloam Hospitals TB Simatupang di Jakarta Selatan.

Perseroan turut membidik PT Bayutama Sukses (BS) dengan aset Siloam Hospitals Makassar di Sulawesi Selatan, serta PT Primatama Cemerlang (PC) yang menguasai aset Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre di Jakarta Pusat. Daftar tahap kedua dilengkapi PT Graha Pilar Sejahtera (GPS) dengan aset Siloam Hospitals Lippo Cikarang di Kabupaten Bekasi, dan divisi rumah sakit PT Yogya Central Terpadu (YCT) yang memiliki aset Siloam Hospitals Yogyakarta.

Baca Juga Emiten Prajogo (CDIA) Kucurkan Dividen Interim USD 10 Juta, Catat Tanggalnya

Nilai Transaksi Capai Rp6,9 Triliun, Beban Bunga Bayangi Kinerja Jangka Pendek

Siloam memperkirakan nilai transaksi tahap pertama mencapai Rp4,07 triliun, sementara tahap kedua diproyeksikan menyerap dana sebesar Rp2,8 triliun. Total kedua tahap ini menempatkan nilai investasi keseluruhan pada kisaran Rp6,9 triliun.

Manajemen meyakini transaksi ini akan mendongkrak arus kas dan laba bersih perseroan dalam jangka panjang, sekaligus mempercepat integrasi layanan kesehatan di seluruh jaringan rumah sakit Siloam. Meski demikian, manajemen mengakui perseroan akan menghadapi tekanan arus kas dan penurunan laba bersih dalam jangka pendek, seiring meningkatnya beban bunga pinjaman yang digunakan untuk membiayai akuisisi ini.