Rugi Triniti Dinamik Melebar 23% di Semester I, Saham Justru Melejit
EBuzz - PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) mencatatkan pelebaran rugi bersih sebesar 23,37% sepanjang semester I-2026. Emiten properti ini membukukan kerugian Rp12,3 miliar, naik dari Rp9,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, meski di sisi lain harga sahamnya justru melesat tajam di pasar.
Beban Pokok Penjualan Tumbuh Lebih Cepat dari Pendapatan
TRUE membukukan penjualan sebesar Rp24,77 miliar pada semester I-2026, tumbuh 3,73% dari Rp23,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan tidak mampu menjaga efisiensi biaya produksi. Beban pokok penjualan melonjak 14,60% menjadi Rp19,86 miliar dari sebelumnya Rp17,33 miliar, sehingga menggerus margin kotor secara signifikan.
Ketimpangan pertumbuhan antara pendapatan dan beban pokok ini mengindikasikan tekanan pada struktur biaya perseroan. TRUE turut mencatatkan kenaikan beban penjualan dan pemasaran sebesar 5,59% menjadi Rp3,97 miliar dari Rp3,76 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik tipis 1,39% menjadi Rp13,09 miliar dari Rp12,91 miliar pada periode sebelumnya.
Pendapatan Lain-lain Ikut Merosot Tajam
Selain tekanan pada beban operasional, TRUE mencatat penurunan signifikan pada pos pendapatan dan beban lainnya. Penghasilan bunga dan jasa giro anjlok 40,52% menjadi Rp77,5 juta dari Rp130,28 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penghasilan lain-lain merosot lebih dalam, yakni 90,07% menjadi hanya Rp25,53 juta dari Rp257,13 juta.
Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban provisi dan administrasi bank hingga 68,14% menjadi Rp21,55 juta dari Rp67,66 juta. Beban pajak final juga turun 9,41% menjadi Rp213,07 juta dari Rp235,19 juta pada periode sebelumnya. Meski demikian, efisiensi pada pos-pos ini belum cukup menahan pelebaran rugi bersih perseroan secara keseluruhan.
Total Aset Menyusut, Liabilitas Dominasi Struktur Modal
TRUE mencatatkan total aset sebesar Rp675,59 miliar per akhir semester I-2026, turun 0,92% dari Rp681,85 miliar pada periode sebelumnya. Perseroan membukukan ekuitas sebesar Rp212,5 miliar, sementara liabilitas tercatat jauh lebih besar pada angka Rp463,08 miliar, menunjukkan struktur permodalan yang masih didominasi oleh utang.
Baca Juga Emiten Prajogo (CDIA) Kucurkan Dividen Interim USD 10 Juta, Catat Tanggalnya
Saham TRUE Melonjak di Tengah Kinerja Keuangan yang Tertekan
Pasar justru merespons positif saham TRUE meski kinerja fundamental perseroan tertekan. Saham TRUE menguat 7,59% ke level Rp85 pada awal perdagangan Rabu (23/9/2026). Penguatan ini melanjutkan reli signifikan sehari sebelumnya, saat saham TRUE melejit 34% atau 17 poin menjadi Rp67 per saham pada penutupan perdagangan Selasa (22/9/2026).
Lonjakan harga saham yang tidak selaras dengan pelebaran rugi bersih ini berpotensi mengundang perhatian otoritas bursa, mengingat pola pergerakan harga yang tergolong tidak wajar atau unusual market activity kerap memicu permintaan klarifikasi dari BEI kepada emiten bersangkutan.