EBuzz – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mendukung pengembangan Green Terminal Tanjung Sekong melalui pemanfaatan green hydrogen berbasis energi panas bumi. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi PGE dalam menghadirkan solusi energi rendah emisi guna mendukung keberlanjutan infrastruktur energi strategis nasional.
Dukungan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off ESG Initiative Green Terminal Tanjung Sekong yang digelar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Kegiatan ini menegaskan peran PGE dalam integrasi energi panas bumi ke dalam rantai nilai sektor energi, khususnya pada sisi hilir.
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Pertamina Group, antara lain Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono, Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal Bayu Prostiyono, Direktur Operasi PET Rangga Raditya, Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping Eka Suhendra, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan, Direktur Utama PGE Ahmad Yani, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho, serta manajemen Pertamina Group lainnya.
Dalam proyek ini, PGE berkontribusi melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi yang bersumber dari WKP Ulubelu, Lampung. Green hydrogen tersebut dikembangkan sebagai pilot project untuk mendukung sistem pembangkit listrik rendah karbon di Terminal Tanjung Sekong.
Baca juga: RUPSLB Multitrend Indo Setujui Rights Issue dan Perombakan Dewan Komisaris
Secara bertahap, inisiatif ini ditargetkan dapat meningkatkan porsi pemanfaatan listrik rendah karbon hingga sekitar 25% dari total kebutuhan listrik operasional terminal.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa keterlibatan PGE merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan energi panas bumi ke dalam rantai nilai hilir sektor energi. Menurutnya, panas bumi tidak hanya berperan sebagai sumber listrik bersih, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah melalui produk turunan seperti green hydrogen.
“Melalui pengembangan green hydrogen berbasis panas bumi, kami mendorong pemanfaatan panas bumi secara end-to-end, sekaligus mendukung penerapan energi rendah karbon di fasilitas energi strategis nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Sebagai informasi, Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu terminal LPG terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Pertamina Energy Terminal.
Terminal ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 98.000 metrik ton (MT) dan mampu melayani kapal berkapasitas sampai 65.000 deadweight tonnage (DWT). Perannya sangat vital karena memasok sekitar 35–40% kebutuhan LPG nasional, khususnya untuk menjaga stabilitas pasokan energi rumah tangga.
Melalui dukungan terhadap Green Terminal Tanjung Sekong, dia menegaskan perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan pemanfaatan panas bumi secara menyeluruh, termasuk inovasi green hydrogen, guna mendukung agenda transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060.

