Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Rp1,72 Triliun, Kredit Naik 5,3%

EBuzz – PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I-2026, meningkat 4,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,65 triliun. Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan kinerja Perseroan yang tetap solid di tengah dinamika industri perbankan.

“Kinerja semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” ujar Meliza dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026). (31/7).

Penyaluran Kredit Permata Bank

Meliza menambahkan, dari sisi intermediasi, Permata Bank mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp171,2 triliun hingga akhir Juni 2026, atau tumbuh 5,3% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen korporasi sebesar 9,7% menjadi Rp106,4 triliun dan kredit komersial yang naik 5,7% menjadi Rp21,9 triliun.

Sementara itu, pembiayaan kepada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) meningkat 11,8% menjadi Rp7 triliun sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam memperluas pembiayaan inklusif.

Sementara di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp189,3 triliun pada akhir semester I-2026, turun 1,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat sebesar Rp109,62 triliun dengan rasio CASA sebesar 57,9%.

“Perseroan menyatakan tetap berfokus pada pertumbuhan dana murah yang berkualitas melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen konsumer, komersial, dan korporasi,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, manajemen juga mempertahankan struktur permodalan yang solid dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) sebesar 33,0% dan common equity tier-1 (CET-1) sebesar 24,7%.

“Fondasi permodalan yang solid ini memberikan ruang yang kuat bagi Permata Bank untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan, baik melalui ekspansi bisnis secara organik maupun peluang anorganik, sekaligus memperkuat ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang,” kata Meliza.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap terjaga di level 2,1%, sementara rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,9% dari 7,0% pada periode yang sama tahun lalu. Permata Bank juga mempertahankan NPL coverage sebesar 367,5% dan LAR coverage sebesar 128,8% sebagai langkah menjaga kecukupan pencadangan terhadap risiko kredit.

Baca Juga : Pendapatan dan Laba Bank Permata (BNLI) Kompak Menguat di Semester I

Likuiditas Perseroan juga tetap kuat dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,3%, meningkat dari 85,6% pada semester I 2025. Sementara itu, liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 333,4% dan net stable funding ratio (NSFR) mencapai 124,0%, jauh di atas ketentuan minimum Basel III sebesar 100%.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini