economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Penjualan Alat Berat United Tractors Anjlok 21% di Tengah Pelemahan Kinerja Multisektor

Oleh Clara 23 Sep 2026 11:43 2 menit baca

EBuzz - PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan penurunan tajam penjualan alat berat Komatsu sepanjang Januari-Agustus 2026. Perseroan hanya berhasil menjual 2.689 unit, merosot 21,09% secara tahunan atau year on year (YoY) dari 3.408 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen Pertambangan Masih Dominasi Penjualan Komatsu

UNTR mengandalkan segmen pertambangan sebagai kontributor utama penjualan Komatsu, dengan porsi mencapai 52% dari total penjualan sepanjang delapan bulan pertama 2026. Segmen kehutanan menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 12%, berdasarkan laporan operasional yang dirilis perseroan pada Rabu (23/9/2026).

Perseroan mencatat kontribusi setara antara segmen konstruksi dan agribisnis, masing-masing menyumbang 18% atau sekitar 484 unit dari total penjualan Komatsu. Struktur penjualan yang masih bertumpu pada sektor pertambangan ini mengindikasikan eksposur UNTR yang tinggi terhadap siklus harga komoditas.

Penjualan Komatsu pada Agustus 2026 saja tercatat sebanyak 296 unit, dengan sektor pertambangan kembali menjadi penopang utama. Realisasi ini anjlok 32,58% secara bulanan atau month on month (MoM) dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 399 unit.

Produksi Batubara dan Overburden Removal Ikut Melemah

UNTR mencatat pelemahan kinerja operasional pada bisnis pertambangan batubara melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Realisasi pengupasan lapisan tanah atau overburden removal turun 8,46% YoY menjadi 670,2 juta bank cubic meter (bcm) sepanjang Januari-Agustus 2026.

Produksi batubara untuk para pelanggan UNTR turut mengalami penurunan sebesar 2,91% YoY menjadi 93,4 juta ton. Perseroan juga membukukan penurunan penjualan batubara termal dan metalurgi melalui PT Tuah Turangga Agung, yang hanya mencapai 8,37 juta ton hingga Agustus 2026, merosot 19,44% dari 10,39 juta ton pada Agustus 2025.

Baca Juga Pemegang Saham Fore Kopi Borong Saham Rp1,7 Miliar di Tengah Sinyal Dividen Tertunda

Bisnis Mineral Non-Batubara Alami Koreksi Tajam

UNTR mencatat tekanan yang lebih dalam pada lini bisnis mineral non-batubara. Penjualan emas dari Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya anjlok signifikan sebesar 73,91% YoY menjadi hanya 42.000 ounces per Agustus 2026, mengindikasikan tantangan produksi maupun realisasi penjualan yang cukup berat pada segmen ini.

Perseroan juga membukukan penurunan penjualan bijih nikel melalui Stargate, dengan realisasi mencapai 1,05 juta wet metric ton yang terdiri dari 711.000 wet metric ton limonite dan 348.000 wet metric ton saprolite. Angka ini menyusut dari capaian 1,43 juta wet metric ton pada periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan pelemahan permintaan maupun harga komoditas nikel di pasar global.