Pacu Kapasitas Pasar, BEI Alokasikan Capex Rp670,62 M di 2027

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah ekspansif melalui alokasi Investasi Aset Tetap atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp670,62 miliar pada tahun 2027.

Pacu Kapasitas Pasar, BEI Alokasikan Capex Rp670,62 M di 2027
Indonesia Stock Exchange (IDX). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan langkah ekspansif melalui alokasi Investasi Aset Tetap atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp670,62 miliar pada tahun 2027.

Menurut Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, angka yang dianggarkan tersebut mengalami kenaikan signifikan sekitar 161,82 persen jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Alokasi capex tersebut diarahkan terutama untuk penguatan infrastruktur teknologi perdagangan dan pengawasan, sistem bisnis, serta aset perkantoran,"katanya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Baca Juga : Gelar RUPSLB, BEI Setujui Demutualisasi dan Dividen Khusus Rp1,56 Triliun

Lebih dalam Jeffrey mengungkapkan bahwa, langkah strategis ini diambil guna mengimbangi peningkatan kebutuhan investasi, menjaga kapabilitas pasar, serta mengantisipasi lonjakan aktivitas bursa ke depan.

Kendati jor-joran dalam investasi teknologi dan pengembangan bisnis, perseroan tetap berkomitmen mengedepankan pengendalian biaya yang disiplin, yang tercermin dari proyeksi efisiensi operasional di angka 72,8%.

Target BEI

Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kinerja keuangan yang solid pada tahun 2027 mendatang. Jeffrey mengatakan, perseroan optimis dapat mencatat total pendapatan sebesar Rp2,59 triliun di 2027, yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,16% dibandingkan asumsi sebelumnya.

"Pertumbuhan pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi, pencatatan efek, serta layanan informasi. Dari sisi transaksi efek, asumsi Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada tahun depan naik menjadi Rp21 triliun dengan 241 hari bursa," ucap Jeffrey.

Sementara itu, Jeffrey menambahkan, jasa pencatatan memperhitungkan asumsi penambahan sebanyak 905 efek baru, serta upaya ekspansi jumlah pelanggan dan akses datafeed pada lini jasa informasi.

Seiring dengan kenaikan pendapatan dan terjaganya efisiensi operasional dengan Cost to Income Ratio (CIR) di level 72,8 persen, laba bersih PT BEI diproyeksikan tumbuh 22,76% menjadi Rp563,90 miliar. Perolehan laba sebelum pajak juga diestimasi meningkat menjadi Rp703,59 miliar.

Menyongsong tahun 2027, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan struktur permodalan dan posisi neraca keuangan yang semakin kokoh. Berdasarkan ringkasan proyeksi keuangan perseroan, total aset BEI diperkirakan tumbuh menjadi Rp9,12 triliun.

Dari sisi liabilitas dan ekuitas, total ekuitas perseroan diproyeksikan naik atau berada di level Rp7,66 triliun. Kekuatan finansial ini juga ditopang oleh posisi kas dan setara kas serta aset keuangan lainnya yang terjaga solid di angka Rp4,33 triliun, dengan pertumbuhan 6,32%.

Baca Juga : BEI Kaji Dua Skema Masuknya Pemegang Saham Baru

Selain itu, saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya pada tahun depan di proyeksikan tumbuh tercatat sebesar Rp2,25 triliun, yang mencakup alokasi Cadangan Wajib sebesar Rp154,5 miliar serta Cadangan Operasional dan Pengembangan sebesar Rp2,1 triliun guna menjamin kesinambungan ekspansi bisnis bursa.