Melesat, IMPC Kantongi Laba Bersih Rp640 Miliar di Q3

Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, Haryanto Tjiptodihardjo, menyampaikan, secara akumulatif hingga akhir September 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp640 miliar.

Melesat, IMPC Kantongi Laba Bersih Rp640 Miliar di Q3
Pabrik PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal ketiga tahun 2026. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp194 miliar pada kuartal III-2026, meningkat 13,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp170 miliar.

Sejalan dengan kenaikan laba, pendapatan bersih perseroan pada kuartal III-2026 tumbuh 12,0% menjadi Rp1,3 triliun, dari pencapaian sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal III-2025.

Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, Haryanto Tjiptodihardjo, menyampaikan, secara akumulatif hingga akhir September 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp640 miliar. Realisasi tersebut telah melampaui total laba bersih yang diraih perseroan sepanjang tahun 2025 penuh yang tercatat sebesar Rp620 miliar.

"Melihat pencapaian kinerja perseroan hingga kuartal III-2026, manajemen sepakat untuk merevisi target laba bersih untuk keseluruhan tahun 2026 dari sebelumnya di atas Rp700 miliar menjadi di atas Rp800 miliar," kata Haryanto dalam keteragan tertulisnya, Selasa (27/10/2026). (28/10).

Tantangan Usaha

Haryanto menyampaikan, meskipun mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang kuat, manajemen perseroan tetap mengantisipasi sejumlah tantangan eksternal yang berpotensi memengaruhi margin profitabilitas pada sisa akhir tahun. Menurutnya, perseroan tengah mencermati berbagai tantangan yang berpotensi menekan kinerja keuangan perusahaan.

"Tantangan yang dicermati antara lain kenaikan kembali harga bahan baku, pelemahan nilai tukar Rupiah, peningkatan biaya logistik baik untuk distribusi domestik maupun pengiriman ekspor, serta kenaikan suku bunga diiringi dengan melemahnya daya beli masyarakat," ujarnya.

Haryanto Tjiptodihardjo menegaskan bahwa, perseroan akan terus memantau dinamika kondisi pasar secara terukur serta memaksimalkan program efisiensi operasional guna menekan dampak kenaikan beban biaya dan menjaga keberlanjutan profitabilitas.

Baca Juga : Melesat 51%, Impack Pratama (IMPC) Bidik Laba Rp800 M

Di samping kinerja operasional, pada Oktober 2026 perseroan juga mengumumkan pembagian dividen interim dengan total nilai sebesar Rp273,4 miliar atau setara dengan Rp5 per lembar saham sebagai bentuk pemenuhan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil bagi para pemegang saham.