EBuzz – Emiten pengembang real estat PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengakhiri tahun buku 2025 dengan capaian yang gemilang. Hal ini tercermin dari, meroketnya pendapatan dan laba perseroan disepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data perseroan, pendapatan tumbuh 11% secara tahunan atau sebesar Rp2,5 triliun. Akselerasi signifikan terlihat pada pos laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk, di mana perusahaan berhasil mencatatkan angka Rp1,4 triliun atau melonjak 48 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menjelaskan bahwa momentum kuat pengembangan distrik bisnis di PIK2 telah tercermin sepenuhnya dalam kinerja keuangan tahun 2025, khususnya pada peningkatan kontribusi produk dengan margin tinggi.

Menurutnya, pencapaian rasio profitabilitas yang tinggi ini merupakan hasil dari strategi optimalisasi komposisi produk serta kemampuan perusahaan dalam memonetisasi portofolio aset, terutama pada produk-produk dengan margin tinggi di kawasan pusat bisnis atau CBD PIK2.
“Pertumbuhan laba yang progresif ini didorong oleh kualitas pendapatan yang semakin kokoh, tecermin dari margin laba kotor yang mencapai 66% serta margin laba bersih di level 54%,” kata Steven dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).
Steven menambahkan, pengembangan kawasan terintegrasi menjadi faktor krusial dalam memperkuat daya tarik PIK2 bagi para pelaku usaha dan investor. Keberadaan proyek strategis seperti NICE diyakini akan semakin memperkaya ekosistem kawasan seiring dengan terus berkembangnya aktivitas komersial.
“Ke depan, strategi korporasi CBDK akan tetap difokuskan pada penguatan distrik bisnis melalui optimalisasi cadangan lahan serta pengembangan proyek-proyek inovatif yang mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi pemangku kepentingan dan keberlanjutan ekonomi kawasan,” ucapnya.
Penguatan Konektivitas Strategis

Selain itu, optimisme perusahaan terhadap nilai ekonomi kawasan juga didukung oleh penguatan konektivitas strategis, termasuk akses menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta melalui Tol KATARAJA yang menjadikan PIK2 sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang mengintegrasikan berbagai fungsi urban modern secara komprehensif.
Sepanjang periode 2025, kontributor utama pertumbuhan ekosistem bisnis di kawasan tersebut berasal dari serah terima berbagai unit komersial strategis, meliputi SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, hingga Rukan Asia Afrika.
Baca Juga : Pantai Indah Kapuk Dua Optimalkan Ekspansi Lahan, Bidik 1.876 Hektare di PIK 2
Hingga posisi 31 Desember 2025, struktur neraca CBDK menunjukkan fondasi keuangan yang kuat dengan total aset tercatat sekitar Rp23 triliun. Soliditas posisi keuangan ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus melakukan pengembangan proyek strategis di tengah meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di wilayah pesisir utara Jakarta.
Sebagai modalitas pengembangan jangka panjang, CBDK saat ini mengelola cadangan lahan atau landbank seluas 702 hektare yang diproyeksikan untuk pengembangan proyek residensial serta komersial bernilai tambah di masa depan.

