Koridor Utara–Timur Jakarta Menggeliat, SMRA Andalkan Summarecon Crown Gading

EBuzz – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyatakan koridor utara–timur Jakarta mulai berkembang sebagai kawasan hunian dan investasi baru seiring pengembangan township modern terintegrasi, salah satunya melalui proyek Summarecon Crown Gading.

Perseroan menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah memasuki tahun keempat pengembangan dengan pertumbuhan yang berjalan seiring pembangunan infrastruktur, fasilitas komersial, dan hunian secara paralel. Pengembangan dilakukan secara terintegrasi sehingga lingkungan kawasan mulai terbentuk sejak tahap awal proyek berjalan.

Executive Director SMRA Magdalena Juliati mengatakan pengembangan kawasan dilakukan melalui konsep kota terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, fasilitas pendidikan, serta ruang terbuka hijau dalam satu perencanaan jangka panjang.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam membangun kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan memperhatikan kualitas konstruksi dan kebutuhan pasar.

“Reputasi Summarecon dalam membangun kota terpadu terbentuk melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan. Kami terus berfokus pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, serta menjaga kualitas bangunan melalui implementasi SQII (Summarecon Quality Improvement Initiative),” ujar Magdalena melalui keterangan tertulis, Kamis (5/3/2026). (6/3).

Dia menjelaskan, pengembangan kawasan Summarecon Crown Gading menghadirkan lima klister, yaitu Regia Residence, Jasmia Residence, Viola Residence, Vanica Residence dan Chelia Residence.

Standar internal tersebut diterapkan untuk memastikan mutu konstruksi, presisi pengerjaan, kontrol kualitas bangunan secara menyeluruh hingga pelayanan kepada konsumen.

“Aktivitas kawasan juga didukung area komersial Gading Boulevard Commercial dan pusat kuliner The Food Village yang berfungsi sebagai ruang interaksi bagi penghuni dan masyarakat sekitar. Selain itu, fasilitas pendidikan Sekolah Terpadu PAHOA juga hadir untuk menunjang kebutuhan pendidikan di dalam kawasan,” paparnya.

Pembentukan Central Business District (CBD)

Lebih lanjut Magdalena menambahkan, sebagai township modern, kawasan tersebut dirancang dengan konsep low-density yang dilengkapi berbagai infrastruktur, antara lain CCTV Command Centre, jaringan high-speed broadband, sistem pengolahan air limbah, flood gate system, serta water polishing treatment untuk menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan air bersih.

“Pengelolaan kawasan dilakukan melalui Town Management profesional yang bertugas menjaga tata kelola lingkungan. Setiap klaster dilengkapi sistem keamanan 24 jam dengan konsep double gate yang terdiri dari gerbang utama dan gerbang klaster,” sambung Magdalena.

Dari sisi konektivitas, kawasan ini memiliki akses menuju jaringan jalan tol utama serta rencana pembukaan jalur konektivitas baru guna meningkatkan mobilitas penghuni.

Ke depan, pengembangan kawasan direncanakan dilanjutkan dengan pembentukan Central Business District (CBD) yang mencakup pusat perbelanjaan Summarecon Mall dengan konsep baru, apartemen, hotel, fasilitas kebugaran, institusi pendidikan, community center, office park, Central Garden, serta rumah sakit.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini