EBuzz – PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan arus logistik menjelang Lebaran di terminal yang dikelola, termasuk melakukan kegiatan bongkar muat kapal lebih awal.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini memungkinkan penerapan layanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh hari.
“Langkah antisipasi dilakukan terutama pada pengelolaan lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas. Hal ini dilakukan mengingat selama sekitar 16 hari peti kemas akan berada di dalam terminal akibat adanya pembatasan angkutan barang.
Pengelola terminal juga memanfaatkan sistem untuk memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga atau berth occupancy ratio (BOR) serta tingkat kepadatan lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR).

Selain itu, pengelola terminal bersama para pemangku kepentingan menyiapkan lokasi overbrengen atau pemindahan lokasi penumpukan sebagai upaya mengurai kepadatan di area terminal. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas bongkar muat di terminal peti kemas.
Selama libur Lebaran, operasional terminal peti kemas tetap berjalan penuh selama 24 jam setiap hari dengan pelayanan yang mengikuti jadwal serta perencanaan yang telah disusun.
Widyaswendra juga mengimbau pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system guna meminimalkan kepadatan serta potensi kemacetan di jalan raya saat pengiriman maupun pengambilan peti kemas menjelang dan setelah libur Lebaran.
Baca Juga : PTP Nonpetikemas Dorong Kelancaran Logistik Pertambangan dengan Digitalisasi
Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, memperkirakan volume arus logistik menjelang Lebaran dapat meningkat hingga 80 persen. Ia menyebut Surabaya kerap menjadi jalur transit menuju wilayah Indonesia Timur, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
“Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperkirakan baru kembali normal setelah April,” tegas Sebastian.

