Jaga Kepercayaan Investor, IPCC Siap Bagikan Dividen Interim di 2026

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal, menegaskan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Jaga Kepercayaan Investor, IPCC Siap Bagikan Dividen Interim di 2026
Kiri-Kanan: Jajaran Direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), Bagus Dwipoyono Direktur keuangan, SDM dan Manajemen Resiko IPPC, Wing Megantoro Direktur Utama dan Donny Yuniarto Direktur operasi & teknik IPCC. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), anggota subholding PT Pelindo Multi Terminal, menegaskan komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di tengah dinamika industri logistik global dan domestik.

Perseroan memastikan rasio pembagian dividen (payout ratio) untuk tahun 2026 akan dipertahankan pada tingkat yang sama dengan tahun 2025, yakni sebesar 80% dari laba bersih, serta berkomitmen untuk tetap membagikan dividen interim. Kepastian tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan operasional dan keuangan perusahaan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, menyatakan bahwa perseroan berupaya untuk tetap adaptif dalam merespons peta persaingan serta pergerakan pasar otomotif domestik maupun internasional.

"Kami berkomitmen untuk menjaga kinerja yang lebih baik di tengah berbagai tantangan eksternal dengan memperkuat mitigasi risiko secara komprehensif, menangkap peluang di tingkat regional, serta secara optimal memanfaatkan momentum ekspor dan impor kendaraan," ujar Wing dalam acara Public Expose di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Strategi Jangka Panjang dan Mitigasi Risiko

Lebih lanjut Wing Megantoro menyampaikan, untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global termasuk dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan internasional, IPCC telah menyiapkan langkah mitigasi risiko melalui pendekatan "IPCC Integrated Auto Solutions".

 

"Perseroan tidak hanya berfokus pada layanan bongkar muat di pelabuhan, tetapi juga memperluas ekspansi horizontal dan vertikal mencakup manajemen distribusi kendaraan, penyediaan fasilitas Pre-Delivery Center (PDC), hingga logistik transportasi darat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir," imbuhnya.

Baca Juga : Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Catat Pertumbuhan Opersional Hingga Agustus 2026, Terminal Satelit Perkuat Kinerja Konsolidasi

Selain itu, IPCC telah merancang peta jalan (roadmap) strategis periode 2026–2030 yang dirancang secara bertahap di mana, pada tahun 2026–2027, perseroan fokus pada peningkatan kapasitas dan fasilitas terminal, standardisasi terminal kendaraan, digitalisasi proses bisnis, pertumbuhan anorganik pada segmen transportasi darat, serta ekspansi terminal Roro di area baru.

Kemudian, di tahun 2028–2029 manajemen peningkatan pangsa pasar, kerja sama strategis dengan pelaku automaker, serta pengembangan platform layanan logistik kendaraan yang ramah lingkungan.

"Tahun 2030, perseroan mewujudkan ekosistem industri otomotif yang terintegrasi penuh dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta standar layanan logistik CBU end-to-end yang ultimate," ungkap Wing.

Di tengah penyesuaian pasar otomotif, seperti berakhirnya insentif kendaraan listrik tertentu dan dinamika pasokan global, IPCC tetap optimis dapat menangkap peluang baru. Hal ini didukung oleh masuknya arus impor kendaraan komersial untuk mendukung program strategis pemerintah, potensi peningkatan volume ekspor dari merek-merek besar seperti Toyota, hingga peluang ekspansi ekspor baru di kawasan regional.

Baca Juga : Gelar RUPSLB, IPCC Tunjuk Wing Megantoro Jadi Direktur Utama

Melalui penguatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta strategi bisnis yang berfokus pada keunggulan operasional (zero accident & zero damage), IPCC optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan sekaligus menjaga kepercayaan investor melalui komitmen pembagian dividen yang atraktif.