Gubernur DKI Tahan Rencana IPO PAM Jaya dan Bank DKI, Ini Penyebabnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah daerah masih menunggu momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana penawaran umum perdana saham.

Gubernur DKI Tahan Rencana IPO PAM Jaya dan Bank DKI, Ini Penyebabnya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balaikota. Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pemerintah daerah masih menunggu momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) bagi dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PAM Jaya dan Bank Jakarta.

Langkah ini diambil mengingat kondisi pasar modal domestik yang dinilai masih mengalami kelesuan. Kendati demikian, Pramono menegaskan telah menginstruksikan jajaran manajemen kedua BUMD tersebut untuk tidak menghentikan persiapan teknis maupun administratif menuju Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Untuk IPO karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026). (3/11).

 

Tunggu Momentum

Pria yang akrab disapa Mas Pram ini berharap iklim transaksi di pasar modal Indonesia dapat mencatatkan pemulihan pada tahun depan, sehingga rencana aksi korporasi untuk melantaikan PAM Jaya dan Bank Jakarta di bursa saham dapat direalisasikan pada tahun 2027.

"Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan," kata dia.

Baca Juga : PAM Jaya Temui OJK Bahas Rencana IPO

Apabila proses IPO dari kedua perusahaan daerah tersebut resmi dilaksanakan kelak, Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan tetap mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham mayoritas. Hal ini dilakukan guna memastikan kewenangan pengelolaan serta kendali kebijakan strategis terhadap kedua BUMD tersebut tetap berada di bawah kendali Pemprov DKI Jakarta.