EBuzz – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) menggelar Business Talk Ramadhan sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem bisnis haji dan umrah nasional, seiring pertumbuhan signifikan jumlah jamaah dan besarnya potensi ekonomi sektor tersebut.
Ketua Umum HIPKA sekaligus Anggota DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menegaskan penguatan ekosistem bisnis haji dan umrah sejalan dengan dorongan Prabowo Subianto agar sektor-sektor strategis nasional memiliki daya saing global dan memberikan nilai tambah ekonomi domestik.
“Ekosistem haji dan umrah tidak bisa hanya dipandang sebagai aktivitas ibadah, tetapi juga sebagai sektor strategis dengan multiplier effect besar bagi perekonomian,” ujar Kamrussamad saat ditemui di Masjid Istiqlal, Rabu (25/2/2026). (26/2).
Kamrussamad menambahkan, momentum Ramadan menjadi refleksi bahwa pembangunan ekosistem haji dan umrah harus berorientasi pada profesionalisme, transparansi, serta kebermanfaatan bagi umat.
“HIPKA menargetkan peran sebagai jembatan strategis antara pemerintah dan dunia usaha guna membangun industri haji dan umrah yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing global,” imbuhnya.
Fokus Transformasi dan Investasi

HIPKA menilai transformasi ekosistem haji dan umrah menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati di luar negeri, tetapi juga memperkuat struktur bisnis nasional.
“Beberapa agenda strategis yang didorong antara lain penguatan regulasi dan tata kelola industri, peningkatan kualitas layanan jamaah, digitalisasi layanan perjalanan ibadah,” pungkas Kamrusammad.
Sebagai informasi, Indonesia tercatat sebagai negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Pada 2024, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 241.000 orang di mana angka tersebut tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji nasional. Untuk 2025, kuota tetap berada di kisaran 221.000 jamaah, menunjukkan permintaan yang stabil.
Di sektor umrah, tren pertumbuhan bahkan lebih agresif. Pada kuartal I-2025, jumlah jamaah umrah Indonesia menembus 547 ribu orang. Secara global, total jamaah haji mencapai lebih dari 1,8 juta orang pada 2024, menegaskan skala industri yang besar dan kompetitif.

