Genjot Pembiayaan, ADMF Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,15 Triliun

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menggelar penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VII Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp1,65 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar.

Genjot Pembiayaan, ADMF Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,15 Triliun
Kantor PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) menggelar penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VII Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp1,65 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap IV Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar, dengan total target dana yang dihimpun mencapai Rp2,15 triliun.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menyematkan peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAA(sy) untuk sukuk mudharabah ADMF.

Direktur ADMF, Denny Riza Farib, menjelaskan struktur penerbitan instrumen surat utang tersebut. Untuk Obligasi Berkelanjutan VII Tahap IV terbagi menjadi dua seri yakni Seri A  dengan nilai pokok Rp1,079 triliun dan bunga tetap 7,10% per tahun berjangka waktu 370 hari kalender, serta Seri B bernilai Rp570,095 miliar dengan bunga tetap 7,35% per tahun dan tenor 36 bulan.

Sementara, untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap IV juga ditawarkan dalam dua seri, yakni Seri A sebesar Rp325,41 miliar dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 7,10% per tahun dan Seri B senilai Rp174,59 miliar dengan indikasi bagi hasil ekuivalen 7,35% per tahun.

"Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan dipergunakan untuk kegiatan pembiayaan konsumen," jelas Denny dalam prospektus perseroan, Jumat (18/9/2026). (21/9).

Penggunaan Dana Obligasi dan Sukuk

Sedangkan dana hasil penawaran sukuk mudharabah akan dialokasikan untuk penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor dengan akad murabahah pada Unit Usaha Syariah (UUS) perseroan.

Denny menambahkan, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026, dengan tanggal penjatahan pada 2 Oktober 2026.

"Distribusi efek secara elektronik akan dilakukan pada 6 Oktober 2026, disusul pencatatan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Oktober 2026," imbuhnya.

Baca Juga : Adira Finance Kantongi Pinjaman USD100 Juta dari MUFG Singapura, Ini Rinciannya

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk BNI Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Mega Capital Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek, serta Bank BRI yang bertindak sebagai wali amanat.