Gelar Right Issue, COCO Terbitkan 10,67 Miliar Lembar Saham Baru

EBuzz – Emiten produsen cokelat dan kakao, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), bersiap menggelar aksi korporasi masif melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,670,000,000 saham baru atau 75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan saat ini.

Direktur Utama COCO, Sugianto Soenario menjelaskan, langkah strategis ini merupakan upaya krusial untuk memperbaiki struktur permodalan sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan perusahaan.

“Penguatan ekuitas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam menangkap peluang pasar dan memperluas portofolio bisnis,” tulis Sugianto dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026). (7/5).

Terbitkan Waran Seri I

Lebih lanjut Sugianto menambahkan, nantinya dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk membiayai rencana ekspansi berkelanjutan, termasuk membuka celah akuisisi yang selektif guna meminimalisir ketergantungan pada lini bisnis tunggal.

Sugianto mengungkapkan, perseroan tidak menampik bahwa aksi korporasi ini membawa konsekuensi berupa potensi dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham lama hingga mencapai 75%.

Namun, manajemen tetap optimistis bahwa langkah berani ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan di masa depan, terutama pada rasio Earnings Per Share (EPS) dan Return on Equity (ROE).

“Sebagai langkah antisipatif untuk menampung saham baru tersebut, perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp400 miliar melonjak signifikan menjadi Rp3 triliun,” ungkapnya.

Baca Juga : Ditopang Margin Kilang dan Integrasi Hilir di Singapura, Laba (BRPT) Tumbuh 803%

Selain itu, COCO juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,18 miliar Waran Seri I yang berfungsi sebagai pemanis (sweetener). Penerbitan waran ini diproyeksikan menjadi mesin pendanaan tambahan bagi perseroan di masa depan tanpa harus memikul beban bunga layaknya instrumen utang perbankan.

“Dana tersebut akan digunakan untuk penguatan modal kerja, belanja modal (Capex) guna meningkatkan kapasitas produksi, hingga mendukung upaya diversifikasi kegiatan usaha perseroan,” tutup Sugianto.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini