economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Bursa Rilis Indeks Saham Komoditas Baru, Bobot Maksimal 15 Persen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan indeks harga saham terbaru yaitu Indeks IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20), yang mulai dihitung dan didistribusikan.

Oleh Praditya 31 Oct 2026 16:33 3 menit baca

EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan indeks harga saham terbaru yaitu Indeks IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20), yang mulai dihitung dan didistribusikan.

Peluncuran indeks ini ditujukan untuk memberikan acuan baru (benchmark) bagi para investor serta manajer investasi dalam menyusun dan mengembangkan strategi investasi berbasis sektor komoditas di pasar modal Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Elsierra Putri Yosita, menguraikan bahwa Indeks IDX Commodity 20 mengukur kinerja harga dari 20 saham Perusahaan Tercatat yang memiliki kegiatan usaha utama sebagai penghasil komoditas maupun pelaku rantai pasok industri komoditas.

Sektor-sektor tersebut mencakup energi, logam dan mineral, kimia, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan, hingga industri pendukung rantai pasok dan hilirisasi komoditas.

"Pemilihan saham dalam indeks didasarkan pada likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar free float yang tinggi. Untuk menjadi konstituen indeks IDX Commodity 20, saham harus telah tercatat di Bursa selama minimal enam bulan, aktif diperdagangkan selama enam bulan terakhir serta memenuhi klasifikasi industri berbasis komoditas berdasarkan IDX Industrial Classification (IDXIC)," ungkap Elsierra dalam siaran pers BEI, Jumat (30/10/2026). (31/10).

Baca Juga : Bos BEI Ungkap Danantara Masuk Tahap Due Diligence Demutualisasi Bursa

Elsierra menyampaikan, BEI menetapkan penyaringan awal yang ketat bagi calon konstituen. Saham yang terdaftar dalam skema kepemilikan saham konsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), menyandang Notasi Khusus, atau masuk dalam daftar Efek dalam Pemantauan Khusus selama enam bulan terakhir dipastikan tidak memenuhi syarat seleksi awal.

Dari jajaran saham yang lolos kriteria awal tersebut, BEI memilih 20 saham dengan peringkat tertinggi berdasarkan akumulasi tiga indikator utama, yaitu nilai transaksi di pasar reguler selama enam bulan terakhir, frekuensi transaksi di pasar reguler selama enam bulan terakhir, serta besaran kapitalisasi pasar free float selama enam bulan terakhir.

Skema penghitungan Indeks IDX Commodity 20 menerapkan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, yaitu pembobotan berbasis kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan rasio free float.

"Untuk menjaga agar bobot setiap saham tidak terlalu dominan dalam indeks, BEI menetapkan batas bobot maksimum setiap saham sebesar 15% untuk setiap saham," tuturnya.

Evaluasi Berkala

Guna menjaga relevansi dan representasi konstituen, BEI memberlakukan dua mekanisme evaluasi berkala untuk Indeks IDX Commodity 20, yaitu Evaluasi Mayor dan Evaluasi Minor. Evaluasi Mayor diselenggarakan pada akhir Februari dan Agustus untuk melakukan peninjauan ulang terhadap susunan saham konstituen sekaligus penyesuaian bobot saham.

Sementara itu, Evaluasi Minor dilaksanakan pada akhir Mei dan November untuk memperbarui faktor free float serta menyesuaikan kembali bobot saham. Hasil dari seluruh proses evaluasi berlaku efektif pada Hari Bursa pertama bulan berikutnya.

 

Peluncuran indeks tematik ini diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan produk-produk investasi baru berbasis indeks di pasar modal Indonesia, seperti reksa dana indeks dan instrumen Exchange-Traded Fund (ETF).

"IDX Commodity 20 membuka peluang bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks, seperti reksa dana indeks maupun Exchange-Traded Fund (ETF), yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap saham-saham perusahaan berbasis komoditas melalui instrumen investasi yang terukur dan transparan," pungkas Elsierra.

Baca Juga : BEI Siap Fasilitasi IPO Perusahaan Manufaktur dan Anak Usaha BUMN di 2027

Indeks yang diluncurkan kali ini dapat menjadi salah satu referensi bagi investor dalam mengidentifikasi peluang investasi pada perusahaan yang bergerak di berbagai industri komoditas serta mendukung pengembangan strategi diversifikasi portofolio.

Topik terkait
Bursa Efek Indonesia BEI IDX Commodity 20 Indeks IDX Commodity 20