Solid, Emiten Samator (AGII) Raih Pendapatan Rp 2,38 Triliun di Q3
Pencapaian ini ditopang oleh laba bersih sebesar Rp46,9 miliar atau tumbuh 18,2% YoY, serta perolehan EBITDA sebesar Rp229,3 miliar atau meningkat 12,1% YoY. Secara kumulatif, pendapatan perseroan tumbuh 7,5% YoY menjadi Rp2,38 triliun pada Q3.
EBuzz - PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), emiten penyedia gas industri dan medis terkemuka di Indonesia, mencatatkan ekspansi margin yang konsisten serta lonjakan laba bersih hampir 80% secara tahunan.
Pencapaian ini ditopang oleh laba bersih sebesar Rp46,9 miliar atau tumbuh 18,2% YoY, serta perolehan EBITDA sebesar Rp229,3 miliar atau meningkat 12,1% YoY. Secara kumulatif, pendapatan perseroan tumbuh 7,5% YoY menjadi Rp2,38 triliun pada Q3.
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sesuai target di level 1 hingga 1,5 kali pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional, sekaligus mencerminkan peran strategis AGII dalam menopang sektor industri dan kesehatan di tengah resiliensi ekonomi Indonesia.
Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, menyatakan bahwa kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan fundamental bisnis perseroan secara menyeluruh.
"Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten," ujar Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2026). (30/10).
Rachmat menambahkan, sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, perseroan tidak hanya memasok kebutuhan gas, tetapi juga menghadirkan solusi teknologi terapan bagi pelanggan dan tantangan nasional.
"Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.
Proyeksi Akhir Tahun 2026
Menurutnya, pertumbuhan pendapatan tersebut diimbangi dengan disiplin pengendalian biaya yang ketat. Beban pokok penjualan tercatat hanya meningkat 4,34% jauh lebih rendah dibanding laju pertumbuhan pendapatan. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat 82% menjadi Rp110,3 miliar, dibandingkan Rp60,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Hal ini mendongkrak laba kotor perseroan naik 11,2% menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor dari 46,0% pada periode sembilan bulan pertama tahun 2025 menjadi 47,6% pada kuartal III-2026. Penguatan profitabilitas ini ditopang oleh operating leverage serta efisiensi biaya pabrik, khususnya penurunan biaya listrik dan tenaga kerja per unit.
"Di tengah peningkatan aktivitas penjualan dan distribusi di pasar utama, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan 8,4% YoY melalui pengelolaan biaya non-esensial secara disiplin. Kombinasi pengendalian biaya dan penguatan profitabilitas tersebut mendorong lonjakan laba bersih perseroan sebesar 79% YoY menjadi Rp114,3 miliar, dari perolehan Rp63,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu," papar Rachmat.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, Samator terus menjaga keandalan pasokan gas industri guna mendukung sektor kesehatan dan sektor strategis nasional, mulai dari manufaktur, pengolahan logam, hingga industri elektronik.
Upaya ini diperkuat melalui penerapan standar Safety, Health and Environment (SHE), prosedur kerja terstandarisasi, serta pengujian hidrostatis 100% pada seluruh tabung untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan tertinggi. Kepercayaan pelanggan tecermin dari perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
"Didukung oleh kontrak on-site, skema minimum take-or-pay, serta jaringan layanan kesehatan yang luas, AGII memiliki fondasi pendapatan yang kuat dan berkelanjutan. Di tengah kenaikan biaya operasional, perseroan tetap mampu menjaga tingkat profitabilitas melalui penyesuaian harga yang terukur," tegasnya.
Baca Juga : Kinerja Moncer, Samator (AGII) Kantongi Pendapatan Rp1,54 T
Memasuki penghujung tahun 2026, perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan, memperkuat kemitraan strategis, serta melayani pertumbuhan permintaan struktural di sektor kesehatan dan industri utama secara berkelanjutan.