BEI Siap Fasilitasi IPO Perusahaan Manufaktur dan Anak Usaha BUMN di 2027
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan potensi pertumbuhan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang solid di tahun 2027.
EBuzz - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan potensi pertumbuhan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang solid pada tahun 2027.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa prospek positif tersebut ditopang oleh ekspansi kawasan industri, dorongan investasi di sektor manufaktur, serta agenda restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Daya Anagata Nusantara (Danantara). Selain itu, Jeffrey berharap kondisi pasar modal domestik bisa semakin membaik di tahun 2027 mendatang.
"Tentu, itu akan membutuhkan pembiayaan. Salah satu potensi pembiayaannya tentu adalah melalui pasar modal. Nah, itu ada satu potensi yang kita lihat di situ," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Bidik Danantara IPO
Lebih lanjut Jeffrey mengungkapkan, di samping sektor industri pengolahan dan manufaktur, pasar modal Indonesia juga membidik potensi penerbitan saham baru dari hasil penataan ulang entitas bisnis BUMN yang dipandu oleh Danantara. Namun, proses pemetaan masih terus berjalan guna mengidentifikasi perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi yang siap melantai di bursa.
"Kemudian, seperti kita pahami, sekarang ini Danantara kan juga sedang melakukan restrukturisasi. Nah, dari hasil restrukturisasi tersebut juga tentu ada potensi. Ada beberapa perusahaan hasil restrukturisasi dari kelompok Danantara yang bisa dicatatkan juga di bursa," katanya.
Baca Juga : IPO Seret, BEI Tetap Pertahankan Target
Sementara, bursa menetapkan target jumlah perusahaan tercatat baru dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026 dipatok sebanyak 15 perusahaan tercatat.