economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Genap 43 Tahun, CSRA Cetak Rekor Penjualan Rp2,07 Triliun di Q3

PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kinerja cemerlang disepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Hal ini tercermin dari, pendapatan perseroan melonjak 55,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Oleh Praditya 31 Oct 2026 16:11 3 menit baca

EBuzz - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kinerja cemerlang disepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Hal ini tercermin dari, pendapatan perseroan melonjak 55,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp2,07 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba operasi meningkat 17,3% menjadi Rp354,58 miliar, dengan marjin operasi sebesar 17,1%. Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan produksi CPO dan Kernel, yang diperkuat oleh kenaikan harga jual rata-rata dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kombinasi pertumbuhan volume produksi dan harga jual yang lebih baik menjadi katalis utama dalam memperkuat kinerja operasional dan profitabilitas Perseroan selama periode berjalan.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis PT Cisadane Sawit Raya Tbk, Seman Sendjaja, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Perseroan sekaligus memperkuat fondasi untuk melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya.

Menurutnya, perseroan terus memperkuat produktivitas, efisiensi, dan disiplin operasional, sembari menjalankan investasi strategis untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

”Rekor penjualan yang diraih CSRA bukan hanya merefleksikan pencapaian kinerja pada periode berjalan, tetapi juga menjadi bukti atas konsistensi Perseroan dalam membangun bisnis yang tangguh dan adaptif. Sejalan dengan momentum ini, Perseroan akan terus melanjutkan transformasi dan penguatan fundamental untuk menjadikan 43 tahun perjalanan sebagai pijakan menuju fase pertumbuhan berikutnya”, jelas Sendjaja dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/10/2026). (31/10).

Baca Juga : Kinerja Membaik, Cisadane Sawit (CSRA) Tebar Dividen Interim Rp15 per Saham

 

Selain itu, perseroan  memproyeksikan pertumbuhan produksi dalam jangka panjang, seiring dengan semakin besarnya proporsi tanaman yang memasuki usia prima dan mencapai potensi produktivitas optimal.

Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan tersebut, perseroan secara konsisten melaksanakan program peremajaan tanaman (replanting) dengan menggunakan varietas benih unggul pada tanaman yang telah memasuki usia lanjut. Inisiatif ini ditujukan untuk mempertahankan produktivitas kebun sekaligus memperkuat potensi produksi dalam jangka panjang.

"Sejalan dengan strategi tersebut, CSRA terus memprioritaskan peningkatan produktivitas TBS melalui penerapan praktik agronomi terbaik, termasuk strategi pemupukan yang terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada optimalisasi hasil," ungkapnya.

Pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan kebun, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan usaha serta memastikan keberlanjutan operasional perseroan dalam jangka panjang. Di mana, sepanjang kuartal III-2026 yield TBS berada di angka 14,6 ton/ha, meningkat dari 14,1 ton/ha yang dicapai merupakan hasil dari penerapan praktik.

"CSRA mengintegrasikan pengelolaan risiko finansial dan non-finansial secara proaktif di seluruh lini operasional sebagai fondasi untuk menjaga ketahanan bisnis, memitigasi potensi gangguan, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan Perusahaan dalam jangka panjang," pungkas Sendjaja.

Outlook 2027

Lebih lanjut Sendjaja mengungkapkan, dengan mempertimbangkan tren permintaan global yang tetap stabil serta prospek harga CPO yang relatif kuat, Perusahaan optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja positif sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Sejalan dengan hal tersebut, manajemen CSRA telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk menyongsong tahun 2027, dengan fokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional, serta optimalisasi peluang pertumbuhan guna memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," sambungnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih CSRA melompat menjadi Rp306,09 miliar, mencerminkan peningkatan sebesar 43,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp213,92 miliar. Pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba bersih menyebabkan marjin laba bersih mengalami penyesuaian pada periode berjalan, sehingga marjin laba bersih sedikit menurun dari 16,0% menjadi 14,8%.

Baca Juga : Kejar Omzet Rp2 Triliun, Cisadane Sawit (CSRA) Pasang Target TBS 700.000 Ton

 

Kemudian, total aset sebesar Rp2,77 triliun, dengan peningkatan signifikan terutama pada persediaan naik sebesar Rp55,53 miliar, sehingga total aset naik dari posisi pada 31 Desember 2025 sebesar Rp2,52triliun. Adapun, total liabilitas perusahaan pada 9M26 mencapai Rp998,03 miliar, turun 5,4% dibandingkan dengan Rp1,05 triliun pada akhir 2025, sementara ekuitas mencapai Rp1,77 triliun, meningkat signifikan dari Rp1,47 triliun di akhir 2025.
Topik terkait
PT Cisadane Sawit Raya Tbk. CSRA Kinerja CSRA Pendapatan CSRA