EBuzz – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) tercatat menguasai 10,86% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) setelah memperoleh 4,85 miliar saham perseroan pada 24 Agustus 2026. Protelindo tercatat melakukan transaksi pada harga Rp200 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp969,35 miliar.
Manajemen Protelindo menjelaskan, kepemilikan saham BTEL tersebut diperoleh melalui pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) berdasarkan Perjanjian Perdamaian tertanggal 8 Desember 2014 antara BTEL dan para kreditur terkait, termasuk Protelindo.

Perjanjian tersebut merupakan tindak lanjut atas putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara BTEL pada 10 November 2014.
“Transaksi ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan konversi OWK berdasarkan Perjanjian Perdamaian,” kata manajemen Protelindo dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/8/2026).
Pasca Akuisisi BTEL

Manajemen menegaskan, transaksi tersebut bukan merupakan pelaksanaan Repurchase Agreement. Selain itu, kepemilikan saham BTEL tersebut dinilai tidak bersifat material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan Protelindo.
“Dalam menjalankan strategi bisnisnya, perseroan tetap berfokus pada pengembangan kegiatan usaha utamanya dan senantiasa mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara selektif dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang Perseroan dan para pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dengan masuknya perseroan sebagai pemegang saham BTEL, struktur kepemilikan saham perseroan turut berubah.
Sebelumnya, PT Huawei Tech Investment tercatat memiliki 16,13% saham BTEL, disusul PT Mahindo Agung Sentosa sebesar 13,05% dan PT Bioful ICPD 3103J7636021NDO Sumatra sebesar 8,21%.
Baca Juga : Protelindo Raih Pinjaman Rp1,4 Triliun dari Bank of China, Dijamin Iforte
Selanjutnya, PT Bakrie Global Ventura memiliki 6,89%, Raiffeisen Bank International AG Singapore Branch S/A Best Quality Global Limited sebesar 5,77%, masyarakat atau pemegang saham warkat sebesar 49,65%, serta saham treasuri sebesar 0,30%.

