GOTO Tersingkir dari Indeks MSCI

EBuzz – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi tersingkir dari MSCI Global Standard Indexes. Meski demikian, emiten teknologi ini masih mempertahankan posisinya di sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI Pangkas GOTO, CPIN Turun Kasta

MSCI mengumumkan hasil August Index Review 2026 pada 12 Agustus 2026. Perubahan terhadap GOTO berlaku efektif mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. MSCI mengeluarkan GOTO dari Global Standard Indexes bersama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Namun, CPIN tidak sepenuhnya tersingkir dan beralih masuk ke MSCI Global Small Cap Indexes.

MSCI mengaitkan keputusan terhadap GOTO dengan potensi masalah replikasi indeks akibat likuiditas saham yang sangat rendah. Saham GOTO diperdagangkan pada harga minimum Rp 50 sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026, kondisi yang memicu evaluasi ulang oleh penyedia indeks global tersebut.

Status GOTO di Indeks Domestik Tetap Aman

GOTO tetap tercatat sebagai konstituen indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 di BEI. Emiten ini juga masih masuk dalam indeks KOMPAS100. BEI menyeleksi konstituen indeks-indeks tersebut menggunakan kriteria kuantitatif dan kualitatif, mencakup likuiditas transaksi pasar reguler, kapitalisasi pasar free float, kinerja keuangan, dan kepatuhan.

Baca Juga Andry Hakim Perkuat Porsi Saham di CBRE Jelang Rights Issue

BEI Tegaskan Ukuran Likuiditas Pakai Rentang Panjang

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan bahwa BEI tidak mengukur likuiditas saham hanya dari aktivitas perdagangan satu hingga dua bulan terakhir. Ia menyebut evaluasi indeks menggunakan rata-rata enam hingga dua belas bulan sebelum masa penilaian.

Metode pengukuran jangka panjang ini memberi ruang bagi saham dengan riwayat perdagangan aktif untuk tetap memenuhi kriteria indeks, meski likuiditasnya sempat melemah dalam periode tertentu. Irvan membandingkan mekanisme ini dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI secara keseluruhan, yang menurutnya masih berada di kisaran Rp 22 triliun secara year to date.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini