EBuzz – Pemerintah Indonesia mencatatkan penerbitan Obligasi Panda senilai RMB7 miliar di pasar obligasi domestik Tiongkok. Transaksi tersebut menjadi penerbitan obligasi negara Indonesia pertama di pasar obligasi domestik China.
Obligasi tersebut juga mendapatkan peringkat AAA dengan prospek Stable dari China Lianhe Credit Rating Co. Ltd. Penerbitan Obligasi Panda tersebut terdiri dari dua seri. Seri pertama senilai RMB5,6 miliar dengan tenor tiga tahun dan kupon 1,90%. Sementara seri kedua senilai RMB1,4 miliar memiliki tenor lima tahun dengan kupon 2,19%.

Transaksi tersebut mendapat partisipasi dari berbagai investor institusional, termasuk bank domestik, lembaga pengelolaan kekayaan, perusahaan sekuritas, manajer aset, dana investasi, bank asing, serta lembaga investasi pemerintah dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
President Director PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan penerbitan tersebut membuka akses Indonesia terhadap basis investor baru yang menggunakan mata uang renminbi.
“Dengan mengakses pasar obligasi Tiongkok yang memiliki likuiditas tinggi, kami mendukung Indonesia untuk memperluas akses kepada investor baru yang berbasis renminbi (RMB),” ujar Lim dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026). (11/8).
Menurut Lim, jaringan DBS di Asia Tenggara dan Tiongkok turut mendukung peran bank tersebut dalam menghubungkan penerbit dari kawasan ASEAN dengan pasar modal Tiongkok.
Permintaan Investor Tembus RMB17 Miliar

Lim menambahkan, pada penerbitan perdana tersebut, permintaan investor mencapai sekitar RMB17 miliar atau sekitar 2,4 kali dari nilai penerbitan sebesar RMB7 miliar. Tingginya permintaan tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang kompetitif sekaligus memperluas basis investor di pasar obligasi Tiongkok.
“Penerbitan Obligasi Panda dilakukan di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih menghadapi ketidakpastian, termasuk tingginya suku bunga global, volatilitas nilai tukar, serta dinamika pasar internasional,” sambungnya.
Menurutnya, diversifikasi sumber pembiayaan melalui pasar dan mata uang lain menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas pilihan pendanaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pengelolaan utang negara.
Baca Juga : Diversifikasi Utang, RI Bidik Panda Bonds Untuk Tekan Biaya Bunga
Sementara itu, President and Chief Executive Officer DBS China Ginger Cheng mengatakan penerbitan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas akses ke pasar obligasi Tiongkok.

“Penerbitan Panda Bond perdana ini menandai pencapaian penting Indonesia dalam memperluas aksesnya ke salah satu pasar obligasi terbesar di dunia. Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Indonesia dalam transaksi bersejarah ini sekaligus memperkuat konektivitas keuangan antara Indonesia dan Tiongkok,” kata Ginger.
Penerbitan Obligasi Panda tersebut melanjutkan langkah Indonesia dalam pembiayaan menggunakan mata uang RMB. Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Obligasi Dimsum senilai RMB9,25 miliar di Hong Kong SAR pada Februari 2026.
Selain memperluas sumber pembiayaan, penerbitan Obligasi Panda juga memperkuat konektivitas keuangan antara Indonesia dan Tiongkok serta membuka akses Indonesia terhadap investor berbasis RMB.

DBS Indonesia juga memanfaatkan kualifikasinya sebagai Appointed Cross-Currency Dealer (ACCD) untuk mata uang renminbi Tiongkok dan rupiah Indonesia.
Baca Juga : Avia Nusantara Serok 5,73 Juta Saham HELI, Porsi Naik 8,43%
Kolaborasi tim DBS di Tiongkok, Indonesia, dan negara-negara lain di kawasan diarahkan untuk mendukung arus modal lintas batas serta kerja sama ekonomi, perdagangan, dan keuangan antara Tiongkok dan ASEAN.
Dalam transaksi tersebut, DBS bertindak sebagai Joint Lead Underwriter dan Joint Bookrunner. Mandat ini juga menjadi penerbitan Obligasi Panda perdana yang dijalankan DBS untuk emiten nonbank asal Asia Tenggara.

