Laba Ultrajaya Melompat 73,7%, Program Makan Gratis Jadi Katalis

EBuzz – PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) meraih kenaikan kinerja signifikan sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp5,49 triliun, melonjak 34,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,08 triliun.

Segmen Minuman Topang Pertumbuhan

Penjualan dari segmen minuman tercatat Rp5,8 triliun dan segmen makanan Rp28 miliar. Setelah dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp336 miliar, penjualan neto perusahaan mencapai Rp5,49 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 73,7% secara tahunan menjadi Rp1,04 triliun, dari Rp603,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

MBG Bukan Faktor Tunggal

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Elandry Pratama menyebut kinerja ULTJ pada semester I 2026 ditopang kombinasi faktor internal dan eksternal. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu katalis dan memberikan sentimen positif bagi industri pengolahan susu, terlebih ULTJ telah menyiapkan investasi fasilitas produksi untuk mendukung program tersebut.

Kenaikan kinerja yang signifikan ini tidak semata berasal dari program MBG. Penjualan dari pasar komersial reguler, kekuatan brand dan jaringan distribusi, serta permintaan produk dairy yang relatif defensif turut menjadi faktor penting.

Efisiensi Dorong Operating Leverage

ULTJ meningkatkan efisiensi operasional sehingga pertumbuhan laba bersih jauh melampaui pertumbuhan pendapatan. Kenaikan penjualan diikuti pengendalian beban usaha dan optimalisasi kapasitas produksi, sehingga tercipta operational leverage dan margin perusahaan ikut menguat.

“Jadi, menurut saya kombinasi pertumbuhan volume, product mix, efisiensi biaya, serta pengelolaan bahan baku menjadi faktor utama yang membuat kinerja ULTJ cukup impresif pada semester I,” kata Elandry kepada Kontan, Senin (10/8/2026).

Baca Juga ETF Emas Melantai di Bursa, OJK Perluas Investasi Emas

Head of Research KGI Sekuritas Rovandi menilai program MBG bukan faktor utama, meski tetap memberi andil. Laba yang tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan mengindikasikan faktor margin dan efisiensi operasional lebih berperan besar ketimbang kenaikan volume penjualan semata. Analis Nafan menambahkan bahwa pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan adanya operating leverage dan perbaikan profitabilitas. “Jadi, bukan hanya volume penjualan yang meningkat, tetapi efisiensi biaya dan struktur margin juga memberikan kontribusi terhadap ekspansi laba,” tambah Nafan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini