Istana Kantongi Kandidat Gubernur BI, Pasar Tunggu Surpres

EBuzz – Kekosongan kursi Gubernur Bank Indonesia mulai mengundang perhatian pelaku pasar. Investor mencermati siapa yang akan mengisi posisi strategis ini di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan ekspektasi arah suku bunga acuan ke depan. Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral sering kali membuka ruang bagi volatilitas pasar keuangan, terutama pada instrumen obligasi negara dan pasar valuta asing.

Presiden Prabowo Subianto disebut telah mengantongi sejumlah nama calon pengganti Perry Warjiyo. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan pada Minggu (9/8/2026).

“Ada ya. Ada beberapa nama banyak, banyak,” kata Prasetyo.

Proses Seleksi Berjalan, Surpres Belum Terbit

Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden telah menggelar sesi wawancara dengan sejumlah kandidat untuk membahas arah kebijakan moneter ke depan. “Ada, untuk diajak diskusi arahnya bagaimana, ada ya,” ujarnya.

Meski proses penjaringan sudah berjalan cukup lama, pemerintah belum mengirimkan Surat Presiden atau surpres kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Prasetyo memastikan hal ini secara langsung. “Kalau pertanyaannya berkaitan dengan surpres pengajuan calon definitif Gubernur Bank Indonesia, sampai hari ini juga belum ada surpres dari Bapak Presiden yang dikirim ke DPR berkenaan dengan hal tersebut,” katanya.

Bagi pelaku pasar, penundaan ini menambah durasi periode transisi kepemimpinan bank sentral. Analis menilai kekosongan yang berlarut dapat memicu persepsi risiko tambahan bagi investor asing yang memegang portofolio aset domestik, termasuk Surat Berharga Negara.

Mekanisme Menuju Kursi BI 1

Prabowo akan mengusulkan sejumlah nama kepada DPR sebelum kandidat menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di hadapan Komisi XI. Hasil uji tersebut kemudian dibawa ke Sidang Paripurna DPR untuk memperoleh persetujuan anggota dewan.

Jika DPR menyetujui usulan, calon terpilih akan diserahkan kepada Mahkamah Agung untuk pengambilan sumpah jabatan. Rangkaian proses ini biasanya menjadi acuan pasar dalam menyusun ekspektasi timeline transisi kepemimpinan bank sentral.

Destry Damayanti Jadi Nama yang Mencuat

Destry Damayanti, yang saat ini menjabat Pejabat Sementara Gubernur BI, muncul sebagai salah satu kandidat kuat. Sebagai pejabat sementara, Destry memegang kendali kebijakan moneter harian sembari menjaga kesinambungan komunikasi bank sentral dengan pasar.

Investor umumnya mencermati rekam jejak calon Gubernur BI untuk menilai konsistensi kebijakan terhadap target inflasi dan stabilitas nilai tukar. Kejelasan sosok pemimpin baru berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan pasar obligasi dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan mendatang.

Baca Juga Indika (INDY) Kantongi Fasilitas Kredit US$155 Juta dari DBS

Yang Perlu Dicermati Investor

Pasar akan menunggu tiga sinyal utama sebelum menyusun ulang ekspektasi kebijakan moneter, yaitu penerbitan surpres oleh Presiden, hasil fit and proper test di Komisi XI, dan sikap kandidat terpilih terhadap arah suku bunga acuan. Ketiga faktor ini berpotensi menggerakkan persepsi risiko investor terhadap aset Indonesia dalam waktu dekat.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini