EBuzz – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp330 miliar, meningkat 16,6% secara tahunan atau year on year (YoY).
Pertumbuhan penjualan tersebut turut mendorong laba bersih BELL hingga mencapai Rp13 miliar. Angka tersebut meningkat 62,9% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BELL Karsongno Wongso Djaja mengatakan inovasi menjadi salah satu strategi perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri tekstil.
“Kami sangat optimis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL ke depan. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil,” ujar Karsongno dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Karsongno menjelaskan, segmen manufaktur masih menjadi kontributor utama penjualan perseroan. Segmen tersebut mencatat penjualan sebesar Rp188,4 miliar, tumbuh 13,7% YoY dan berkontribusi 43% terhadap total penjualan konsolidasi.
Selanjutnya, segmen distribusi membukukan penjualan Rp105,9 miliar, meningkat 23,9% YoY dengan kontribusi sebesar 24% terhadap total penjualan perseroan. Sementara itu, segmen ritel masih menghadapi tekanan daya beli. Sepanjang semester I-2026, segmen tersebut mencatat penjualan sebesar Rp75,3 miliar.
“Pertumbuhan paling tinggi dicatatkan segmen seragam. Penjualan segmen ini melonjak 322,8% YoY menjadi Rp66,4 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp15,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.
Peremajaan Mesin BELL

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, dari sisi profitabilitas, laba operasional perusahaan mencapai Rp22,4 miliar atau tumbuh 20,3% YoY. Perseroan menyebut peningkatan tersebut turut didukung oleh strategi efisiensi operasional.
Salah satu langkah yang dilakukan perseroan yakni peremajaan mesin. BELL menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp21 miliar pada 2026.
Dari total capex tersebut, sekitar Rp16 miliar dialokasikan untuk peningkatan permesinan pada segmen manufaktur. Sementara itu, sisa capex digunakan untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan melalui Trisula Innovation Center (TIC).

“Melalui TIC, perseroan mengembangkan inovasi produk sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelanggan untuk menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar. Perseroan juga terus mengembangkan peluang pada segmen pasar baru sebagai bagian dari strategi penguatan penjualan,” imbuh Karsongno.
Baca Juga : BEI Buka Kembali Perdagangan Saham BELL dan BAIK
Ke depan, BELL menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 8% pada 2026. Target tersebut akan didukung oleh perbaikan permintaan pada paruh kedua tahun ini serta penguatan kinerja pada segmen manufaktur dan seragam.

