EBuzz – PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) berhasil membalikkan kinerja keuangannya pada semester I 2026. Perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,32 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp95,01 miliar pada semester I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kimia Farma menopang perbaikan kinerja tersebut melalui peningkatan penjualan bersih. Perseroan membukukan penjualan bersih hingga akhir Juni 2026 sebesar Rp4,70 triliun, tumbuh 7,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,3 triliun.
Beban Pokok Naik, Laba Bruto Tetap Terjaga
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, Kimia Farma turut mencatat kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp3,02 triliun, meningkat 7,89% dari sebelumnya Rp2,8 triliun. Meski demikian, kenaikan penjualan mampu menjaga profitabilitas perseroan.
Kimia Farma membukukan laba bruto sebesar Rp1,6 triliun, tumbuh 7,09% dibandingkan semester I 2025 yang tercatat Rp1,5 triliun. Di sisi operasional, perseroan mencatat kenaikan beban usaha sebesar 4,47% menjadi Rp1,5 triliun.
Pendapatan Lain-lain Topang Lonjakan Laba Usaha
Kimia Farma mendapat kontribusi terbesar untuk perolehan labanya dari pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp42,5 miliar, melonjak tajam 505,4% dibandingkan hanya Rp7,02 miliar pada semester I 2025.
Perseroan juga diuntungkan oleh pembalikan selisih kurs mata uang asing menjadi keuntungan sebesar Rp351,8 juta, setelah mencatat rugi kurs sebesar Rp475,2 juta pada periode sebelumnya. Kombinasi faktor ini mendorong laba usaha Kimia Farma melonjak signifikan menjadi Rp152,2 miliar, naik 111,3% dibandingkan laba usaha semester I 2025 sebesar Rp72,01 miliar.
Beban Keuangan Ditekan, Penghasilan Keuangan Melonjak
Kimia Farma berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp235,9 miliar, turun 5,6% dibandingkan Rp250,07 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Di saat bersamaan, perseroan mencatat penghasilan keuangan yang melonjak tajam 161,21% menjadi Rp151,5 miliar dari sebelumnya Rp58,05 miliar.
Kombinasi kenaikan laba usaha, penurunan beban bunga, dan peningkatan pendapatan keuangan mendorong Kimia Farma membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp67,7 miliar. Capaian ini berbalik signifikan dari posisi rugi sebelum pajak sebesar Rp120,01 miliar pada semester I 2025.
Baca Juga Upah Buruh RI Naik 3,08%, Tembus Rp 3,39 Juta per Mei 2026
Beban Pajak Turun, Laba Bersih Berbalik Positif
Dari sisi perpajakan, Kimia Farma mencatat total beban pajak sebesar Rp13,7 miliar, turun 13,6% dibandingkan Rp15,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan mencatat beban pajak kini sebesar Rp9,2 miliar, naik 23,3% dari Rp7,5 miliar, sementara beban pajak tangguhan turun 44,9% menjadi Rp4,4 miliar dari sebelumnya Rp8,1 miliar.
Setelah memperhitungkan seluruh beban pajak, Kimia Farma akhirnya membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp54,07 miliar. Perseroan berhasil membalikkan posisi dari rugi bersih Rp135,6 miliar pada semester I 2025, mencatatkan perbaikan kinerja senilai sekitar Rp189,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

