EBuzz – PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp57,9 miliar, meningkat 12,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan penjualan yang mencapai Rp889,6 miliar atau meningkat 15,9% dibandingkan semester I-2025.
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan perseroan mampu mempertahankan kinerja ekspor di tengah dinamika geopolitik global melalui diversifikasi pasar dan pemanfaatan perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia.
“Di tengah dinamika geopolitik global, kami berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, sehingga permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas,” ujar Widjaya dalam siaran pers, Selasa (5/8/2026).

Lebih lanjut Widjaya menuturkan, kinerja TRIS pada enam bulan pertama tahun ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pasar ekspor. Nilai ekspor perseroan mencapai Rp530,5 miliar, naik 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp440,8 miliar.
Menurut dia, perseroan juga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang mengutamakan konsistensi kualitas, fleksibilitas produksi, serta kemampuan multi-skill dalam proses manufaktur.
“Dengan capaian tersebut, pasar ekspor berkontribusi sekitar 60% terhadap total penjualan TRIS. Sementara itu, penjualan dari pasar domestik tercatat sebesar Rp359,1 miliar,” tuturnya.
Segmen Manufaktur Jadi Penopang

Sementara itu dari sisi segmen usaha, Widjaya menjelaskan, manufaktur menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp703,8 miliar atau tumbuh 13,9% secara tahunan. Segmen ini menyumbang sekitar 65% terhadap total pendapatan perseroan.
Segmen distribusi mencatatkan pendapatan Rp203,43 miliar, meningkat 42,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kemudian, segmen seragam membukukan pendapatan Rp89,5 miliar atau tumbuh 37,9% secara tahunan.
Untuk, segmen ritel mencatatkan pendapatan Rp79,3 miliar pada semester I-2026. Dalam laporan keuangan periode berjalan, TRIS juga mencatatkan segmen usaha baru, yakni perhotelan, seiring dengan aksi korporasi yang telah dilakukan perseroan. Segmen tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp7,6 miliar pada semester I-2026,” pungkas Widjaya.
Di sisi operasional, TRIS terus mengembangkan produk dan proses produksi melalui kegiatan riset dan pengembangan (R&D) serta Trisula Innovation Center (TIC). Perseroan juga menjajaki pasar baru sembari mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang sudah ada.

Untuk mendukung efisiensi operasional, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp35 miliar. Dana tersebut terutama digunakan untuk peremajaan mesin dan renovasi fasilitas produksi.
Baca Juga : Trisula Textile Lepas 37,67 Juta Saham Treasuri, Raup Rp3,66 Miliar
Manajemen menyatakan strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat portofolio produk bernilai tambah.

