EBuzz – PT Bank SMBC Indonesia Tbk. membukukan laba bersih setelah pajak konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 triliun pada semester I-2026, meningkat 40,3% secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis, penguatan struktur pendanaan, serta optimalisasi portofolio bisnis.
Salah satu langkah strategis yang dijalankan perseroan pada paruh pertama tahun ini adalah pelaksanaan tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan layanan kepada nasabah sekaligus memberikan ruang bagi perseroan untuk mengalokasikan modal dan sumber daya ke segmen bisnis yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengatakan kinerja semester I-2026 mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat fondasi bisnis agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Setiap langkah strategis diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian kinerja dan penciptaan nilai tambah agar hidup seluruh pemangku kepentingan menjadi bersama lebih bermakna,” ujar Henoch, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2026).
Baca Juga : BTPN Bayar Bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III
Lebih lanjut dirinya menambahkan, dari sisi pendanaan, SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan dana murah (current account and saving account/CASA) sebesar 37,4% menjadi Rp60,1 triliun hingga akhir Juni 2026. Rasio CASA meningkat menjadi 47,5% dari sebelumnya 39,8%, didorong oleh pertumbuhan dana dari segmen korporasi dan komersial, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ritel.
Menurut Henoch, penguatan CASA menjadi bagian penting dari strategi perseroan dalam membangun struktur pendanaan yang lebih sehat dan efisien.

“Penguatan CASA merupakan bagian penting dari upaya kami untuk membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien. Dengan likuiditas yang tetap kuat, kami memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk mendukung kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat kapasitas Perseroan dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Henoch menambahkan, hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp185,3 triliun.
“Pertumbuhan kredit ditopang oleh peningkatan pembiayaan pada sejumlah segmen utama, antara lain kredit korporasi dan komersial yang tumbuh 12,8% YoY, kredit segmen digital savvy melalui layanan Jenius (di luar Digital Micro) yang naik 9,9% YoY, pembiayaan PT Bank BTPN Syariah Tbk. yang meningkat 8,7% YoY, serta pembiayaan Grup OTO yang tumbuh 5,8% YoY,” pungkas Henoch.
Kinerja Keuangan SMBC Indonesia

Seiring meningkatnya aktivitas bisnis, pendapatan operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp8,6 triliun pada semester I 2026. Pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan bunga bersih sebesar Rp7,5 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1 triliun.
Di sisi lain, biaya kredit konsolidasi turun 14,8% secara tahunan menjadi Rp2,1 triliun. Penurunan tersebut didukung penerapan manajemen risiko kredit yang dinilai lebih cermat dan proaktif dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Adapun total aset konsolidasi SMBC Indonesia juga meningkat 4,7% YoY menjadi Rp245,5 triliun hingga akhir Juni 2026. Secara bank only, laba bersih setelah pajak SMBC Indonesia tumbuh 86% YoY menjadi Rp1,066 triliun.

Sementara itu, anak usaha turut memberikan kontribusi terhadap kinerja konsolidasi. PT Bank BTPN Syariah Tbk. membukukan laba bersih Rp655 miliar atau meningkat 1,8% YoY, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp11 triliun, naik 8,7% YoY.
Baca Juga : DNET Kantongi Fasilitas Kredit Rp2 Triliun dari BTPN Tanpa Agunan
Adapun Grup OTO mencatat laba bersih sebesar Rp382 miliar pada semester I 2026, melonjak 251,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pembiayaan sebesar 5,8% YoY serta penurunan biaya kredit.

