EBuzz – PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih sebesar Rp12,53 triliun pada semester I-2026, turun 19,22% dibandingkan Rp15,51 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Rudy, mengatakan penurunan laba bersih Grup terutama dipengaruhi oleh berkurangnya kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat.

“Pada semester I-2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif dan jasa keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan,” ujar Rudy dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026). (31/7).
Baca Juga : Astra (ASII) Siapkan Capex Rp36 T di 2026, Mayoritas untuk Operasional
Menurut Rudy, penurunan kontribusi tersebut mencerminkan lebih rendahnya kinerja divisi pertambangan emas, penurunan penjualan alat berat, serta turunnya volume pada bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara. Selain itu, perseroan melanjutkan implementasi strategi korporasi yang diumumkan pada Mei 2026.
“Strategi tersebut berfokus pada penguatan tiga bisnis inti Grup, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat, disertai penerapan alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk kebijakan dividen dan pembelian kembali saham (buyback), serta transformasi organisasi melalui penyelarasan kepemimpinan,” terangnya.
Buyback Saham Astra

Astra International juga telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program buyback saham senilai hingga Rp8 triliun dalam jangka waktu 12 bulan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026. Sementara itu, anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR), turut mengumumkan program buyback saham senilai hingga Rp2 triliun untuk periode tiga bulan.
Dirinya menambahkan, sejak November 2025 hingga akhir Juni 2026, ASII dan UNTR telah merealisasikan pembelian kembali saham dengan nilai sekitar Rp7,4 triliun. Perseroan juga melanjutkan program Management Stock Ownership Plan (MSOP) sebagai bagian dari penyelarasan insentif manajemen.

“Kami akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan Grup untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Rudy.
Baca Juga : Borong Saham Astra Lagi! Direksi Tambah Kepemilikan, Potensi Dividen Ratusan Juta
Sementara, berdasarkan laporan kinerja Perseroan, pendapatan bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp157,9 triliun hingga akhir Juni 2026, turun 3% secara tahunan dibandingkan semester I-2025.

