EBuzz – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mendatangkan peralatan utama dalam proses pengolahan nikel berkarbon rendah, guna mempercepat pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan kedatangan autoclave menjadi tonggak penting dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.
“Tambahan alat ini menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project Morowali,” ujar Bernardus Irmanto, Kamis (23/7/2026). (24/7).
Alat Pengolahan Bijih Nikel

Menurutnya, autoclave merupakan peralatan utama dalam teknologi HPAL yang berfungsi sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat untuk mengekstraksi nikel serta kobalt secara efisien.
Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang menjadi material antara sekaligus bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.
“Fasilitas HPAL ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP. Fasilitas tersebut akan didukung pasokan sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi,” jelasnya.
Bernardus mengatakan keberadaan autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung pengembangan rantai pasok global kendaraan listrik.

“Momentum ini mencerminkan komitmen PT Vale bersama para mitra untuk menghadirkan industri pengolahan nikel yang berdaya saing, mengedepankan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Bernardus.
Baca Juga : Vale (INCO) Targetkan Smelter Nikel HPAL Pomalaa Beroperasi Q3-2026
Perseroan menilai kehadiran fasilitas HPAL tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi mineral nasional melalui pengembangan industri pengolahan nikel berkarbon rendah yang mendukung kebutuhan bahan baku industri kendaraan listrik.

