Masuk Kendali Tjokro Group, GPSO Ungkap Rencana Aksi Korporasi

EBuzz – Proses konsolidasi bisnis PT Geoprima Solusi Tbk di bawah kendali pengendali baru, PT PIMSF yang merupakan bagian dari Tjokro Group, terus berjalan secara bertahap. Emiten yang awalnya berfokus pada penyedia solusi geo-spasial ini tengah mempersiapkan langkah transformasi untuk merambah ke sektor industri mekanikal dan permesinan.

Berdasarkan data Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per Juni 2026, basis investor ritel perseroan mencatatkan pertumbuhan tipis. Jumlah Pemegang Saham Nasabah Pemilik Single Investor Identification saham GPSO bertambah sebanyak 43 investor, sehingga total kepemilikan kini mencapai 4.470 investor dibandingkan posisi bulan Mei 2026 yang tercatat sebesar 4.427 investor.

Baca Juga : Dicaplok Pengendali Baru, GPSO Kantongi Rp28,4 M dan Rambah Bisnis Real Estate

Dari sisi kepatuhan aturan regulasi, saham GPSO mencatatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) sebesar 56,61 persen, sebuah posisi yang berada di atas batas minimal regulasi sekaligus memastikan emiten terbebas dari radar notifikasi khusus otoritas bursa terkait pemenuhan saham publik.

Manajemen perseroan menjelaskan bahwa rencana ekspansi dan restrukturisasi hulu-hilir ini ditujukan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik maupun internasional melalui integrasi rantai pasok komoditas mekanikal.

“Langkah ini diambil demi meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perseroan. Mengingat rekam jejak kuat Tjokro Group, GPSO akan bertransformasi masuk ke industri baru yang sangat strategis, yaitu bidang komponen mekanikal dan permesinan (machining),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Senin (13/7/2026).

Manajemen menambahkan, dalam mendukung rencana jangka panjang tersebut, Tjokro Group sebelumnya telah menyuntikkan dana segar melalui aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement) senilai Rp28,46 miliiar, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp427 per lembar saham.

“Seluruh rencana aksi korporasi lanjutan, baik yang bersumber dari pendanaan ekuitas maupun instrumen utang, saat ini dilaporkan masih berada dalam tahap kajian mendalam (due diligence) dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan usaha,” tegasnya.

Proyeksi Saham GPSO

Sementara itu, Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, melihat pergerakan saham GPSO yang saat ini berada di level Rp284, saham ini sedang berada dalam fase konsolidasi sehat pasca-akumulasi. Berikut adalah peta support dan resistance untuk memandu keputusan investasi.

Untuk jangka pendek pelaku pasar bisa mencermati level support di 268-276 sedangkan resistance terlihat di area 300-316 dengan catatan area support terdekat menjaga tren minor. Jika berhasil menembus Rp300, target berikutnya adalah Rp316.

Sedangkan untuk jangka menengah level support bisa diperhatikan pada erea 240-250 dan resistance ada di level 360-420 hal ini memperhitungkan Support psikologis kuat. Target jangka menengah bergerak menuju harga private placement di area Rp427.

“Secara teknikal, pergerakan GPSO di level Rp284 sangat menarik untuk dicermati. Jarak harga pasar saat ini dengan harga eksekusi private placement pengendali baru (Rp427) mencerminkan adanya diskon yang cukup lebar bagi investor publik,” ungkap Herditya dalam keterangannya.

Baca Juga : Bawa Arah Bisnis Baru, Geoprima Solusi (GPSO) Bakal Selaraskan Strategi Pasca Akuisisi oleh Tjokro Group

Selama saham ini mampu bertahan di atas area support jangka pendek Rp268, potensi upside menuju level Rp316 hingga Rp360 terbuka cukup lebar seiring dengan realisasi aksi korporasi lanjutan dari Tjokro Group.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini