EBuzz – Aktivitas penawaran umum perdana saham yang terus berlanjut di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi indikator krusial atas stabilitas kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional.
Pemerintah secara konsisten mendorong pendalaman pasar keuangan sebagai instrumen intermediasi pembiayaan jangka panjang guna memperkuat struktur permodalan korporasi sekaligus menjaga momentum ekspansi ekonomi domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi atas realisasi aksi korporasi tersebut dalam upacara pembukaan perdagangan ekuitas nasional.

“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia yang baru, ini IPO pertama kali,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk di Jakarta, Selasa (7/7/2026). (9/7).
Menurutnya, ke depan, langkah sinergis antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia akan diarahkan pada penguatan tata kelola korporasi, peningkatan transparansi pelaporan keuangan, serta penegakan perlindungan investor untuk memperdalam likuiditas pasar modal.
“Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya,” pungkasnya.
Tren IPO Semakin Marak

Lebih lanjut mantan Ketua Umum Golkar ini menambahkan, emerintah juga terus melanjutkan reformasi di sektor pasar modal guna menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional. Keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026 menjadi cerminan kuatnya fundamental ekonomi nasional sekaligus meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
“Berlanjutnya aktivitas IPO di pasar modal diharapkan semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha,” ungkap Airlangga.
Melalui dana yang dihimpun dari publik, perusahaan dapat mempercepat ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja, sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Airlangga menilai, berlanjutnya aktivitas IPO turut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek perekonomian nasional yang tetap terjaga. Di mana, pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Adapun, Industri makanan dan minuman juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,04%, yang didorong oleh meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Baca Juga : Di Bursa Efek, Airlangga Tegaskan Ekonomi Indonesia Masih Solid dan Tangguh
Kinerja positif tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga, meningkatnya aktivitas investasi, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan Pemerintah untuk memperkuat iklim usaha.

“Salah satu sektor yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi adalah industri makanan dan minuman. Pada triwulan I-2026, sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 7,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,20%,” tutupnya.

