Dicaplok Pengendali Baru, GPSO Kantongi Rp28,4 M dan Rambah Bisnis Real Estate

EBuzz – Emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar mesin dan perlengkapan, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), secara resmi menuntaskan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Melalui langkah strategis ini, perseroan berhasil menghimpun dana segar senilai Rp28,46 miliar. Adapun seluruh saham baru yang diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut diserap sepenuhnya oleh PT PIMSF Pulogadung (PIMSF). Entitas ini merupakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru di dalam tubuh perseroan, sekaligus menjadi bagian dari jaringan bisnis Tjokro Group.

Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro, memaparkan bahwa, masuknya PT PIMSF Pulogadung dan Tjokro Group sebagai pengendali baru membawa transformasi besar terhadap arah serta model bisnis PT Geoprima Solusi Tbk.

Menurutnya, mengintegrasikan gerak perusahaan dengan ekosistem bisnis pengendali yang baru, perseroan telah secara resmi mengesahkan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Baca Juga : Geoprima Solusi (GPSO) bersama dengan TJOKRO GROUP menggarap segmen dan pasar yang baru melalui INAPA 2026

“Perubahan KBLI dilakukan sejalan dengan perubahan pemegang saham pengendali Perseroan, yaitu PT PIMSF Pulogadung yang merupakan afiliasi dari Tjokro Group. Melalui perubahan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha yang selaras dan bersinergi dengan ekosistem bisnis Tjokro Group. Dengan perubahan KBLI ini, Perseroan optimistis dapat memperluas sumber pendapatan dan memperkuat kinerja usaha melalui sinergi dengan Tjokro Group,” ujar Dionysius, dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026).

Dionysius menambahkan, dalam penyesuaian struktur bisnis baru ini, perseroan menambahkan tiga lini KBLI baru ke dalam anggaran dasarnya diantaranya, KBLI 70209, dan KBLI 46591.

Meski demikian, perseroan dipastikan tetap mempertahankan KBLI 46599 yang mencakup lini perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya. Lini usaha operasional yang menjadi fokus perseroan selama ini, seperti penyediaan alat survei, pemetaan tanah, serta jasa pengukuran, akan tetap diupayakan berjalan berdampingan.

“Langkah penyesuaian KBLI ini diambil agar perseroan mampu menangkap peluang pasar yang lebih luas sekaligus memicu sinergi kelompok usaha yang kuat,” imbuhnya.

Rencana Akuisisi Aset

Secara khusus, penambahan KBLI 68129 di sektor real estat dipersiapkan manajemen untuk mendukung agenda korporasi berikutnya, yakni rencana pembelian aset milik PT JIC. Estimasi nilai investasi untuk pengambilalihan aset tersebut diproyeksikan mencapai sekitar Rp78 miliar.

“Aset tersebut direncanakan untuk disewakan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan bagi Perseroan,” jelas Dionysius.

Sementara itu, pada triwulan ketiga (Q3) 2026, operasional internal perseroan masih berada dalam fase transisi serta penyesuaian administratif pasca-akuisisi.

Baca Juga : Bawa Arah Bisnis Baru, Geoprima Solusi (GPSO) Bakal Selaraskan Strategi Pasca Akuisisi oleh Tjokro Group

Kendati demikian, dengan selesainya restrukturisasi KBLI serta masuknya suntikan modal segar, pihak manajemen menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan akan mulai terkerek secara bertahap sejak triwulan ketiga 2026 dan pada periode-periode mendatang.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini