EBuzz – Emiten manufaktur tekstil dan garmen, PT Pan Brothers Tbk (PBRX), menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% untuk tahun buku 2026 setelah melewati periode penurunan kinerja pada rentang 2024-2025. Perseroan menetapkan strategi bisnis yang lebih konservatif dengan fokus pada penguatan operasional.
Direktur Pan Brothers, Fitri R. Hartono, menyatakan bahwa perseroan tetap optimistis dalam menghadapi tantangan ekonomi serta dinamika geopolitik global. Manajemen memproyeksikan peningkatan penjualan akan sejalan dengan perbaikan pos laba operasional. Fokus utama perseroan saat ini digeser ke arah peningkatan efisiensi dan profitabilitas ketimbang melakukan ekspansi fisik.

Guna mendukung target performa tersebut, manajemen tidak berencana membangun fasilitas pabrik baru. Sebagai gantinya, emiten garmen ini mengalokasikan belanja modal untuk modernisasi melalui otomasi dan digitalisasi proses produksi berupa penambahan mesin serta perangkat lunak baru.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan menghasilkan output yang lebih efisien tanpa memerlukan investasi ekspansi besar,” ujar Fitri dalam Paparan Publik (Public Expose) perseroan di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Fitri menambahkan, manajemen menerapkan pengelolaan modal kerja secara ketat. Perseroan hanya mengeksekusi pembelian dan pemrosesan bahan baku setelah menerima pesanan resmi dari brand owner. Pola ini menempatkan ketepatan produksi dan efisiensi operasional sebagai faktor utama penentu margin laba perusahaan.
“Manajemen menilai penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tidak memberikan dampak material negatif terhadap pembukuan perusahaan. Hal ini dikarenakan struktur bisnis perseroan telah menerapkan lindung nilai alami,” sambungnya.
Pangsa Pasar Ekspor

Selain itu, penjualan ekspor PBRX menggunakan denominasi dolar AS, sementara sekitar 60 persen hingga 65 persen pembelian bahan baku juga dilakukan dalam mata uang yang sama. Kendati demikian, manajemen menilai stabilitas nilai tukar tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli global.
“Pan Brothers dilaporkan mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah pembeli (buyer) baru dengan nilai transaksi awal berkisar US$2 juta hingga US$3 juta. Namun, perseroan memilih membatasi volume pesanan baru tersebut agar eksposur kebutuhan modal kerja tetap terkendali,” pungkas Fitri.
Baca Juga : Fokus Peremajaan Mesin, PBRX Siapkan Capex Hingga US$5 Juta
Sebagai informasi, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan yang digelar hari ini juga menyetujui sejumlah agenda penting, di antaranya penyesuaian Anggaran Dasar sesuai KBLI 2025, pengesahan laporan tahunan, serta pengangkatan kembali jajaran pengurus perseroan yang masa jabatannya telah berakhir.

