EBuzz – Emiten produsen kemasan, PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) menargetkan pertumbuhan kinerja perusahaan sebesar 9,69% untuk tahun buku 2026. Manajemen menetapkan target tersebut dengan mempertimbangkan proyeksi dinamika dan kondisi pasar di industri farmasi yang menjadi ceruk pasar utama perseroan.
Direktur IGAR Masanobu Ojima mengatakan, guna merealisasikan target pertumbuhan tersebut, perseroan menyiapkan dua langkah strategis utama, yakni meningkatkan efisiensi operasional guna mendongkrak profitabilitas, serta mempertahankan sekaligus memperluas pangsa pasar di sektor industri farmasi maupun non-farmasi.
“Perusahaan telah menetapkan target pertumbuhan sebesar 9,69% di tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi pasar industri farmasi,” tulis Masanobu dalam pemaparan publik perseroan, Kamis (4/6/2026). (5/6).
Sektor Farmasi Jadi Kontributor Utama

Menurut Masanobu, target pertumbuhan pada tahun buku 2026 didukung oleh realisasi kinerja keuangan yang solid pada tahun sebelumnya. Di mana sepanjang tahun 2025, IGAR membukukan pendapatan usaha sebesar Rp917,3 miliar, atau tumbuh 5,54 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan raihan tahun 2024 yang bernilai Rp869,1 miliar.
Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh segmen kontrak pelanggan di industri farmasi yang naik 7,23 persen yoy menjadi Rp820,0 miliar.
“Sektor farmasi menjadi kontributor utama bisnis perseroan melalui dua entitas anak usaha, yaitu PT Avesta Continental Pack dan PT Indogravure. Selain kemasan obat, perseroan juga memasok kemasan untuk sektor barang konsumsi (consumer goods), kosmetik, hingga pertanian,” tuturnya.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba kotor perseroan pada tahun 2025 tercatat naik 4,70 persen yoy menjadi Rp137,2 milar. Sementara itu, laba usaha melonjak 22,18 persen yoy menjadi Rp88,8 miliar dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp72,7 miliar.

Kenaikan tersebut mendorong laba komprehensif tahun berjalan periode 2025 melesat 18,7 persen menjadi Rp86,5 miliar. Dari sisi neraca keuangan per Desember 2025, perseroan mengantongi posisi kas dan setara kas sebesar Rp461,8 miliar.
Baca Juga : RANC Pastikan Tidak Ada Penutupan Gerai Akibat Koperasi Desa Merah Putih
Sementara itu, meskipun modal kerja bersih terkoreksi menjadi Rp694,7 miliar dari sebelumnya Rp723,6 miliar, rasio pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) perseroan tercatat meningkat menjadi 9,69 persen pada tahun 2025, dibandingkan posisi 8,16 persen pada periode tahun 2024.

