EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah emiten sektor penerbangan dan perusahaan sekuritas untuk meluncurkan program “Awak Pesawat Investor Saham”.
Emiten aviasi dan anak usaha yang terlibat dalam sinergi ini meliputi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) beserta anak usahanya PT Citilink Indonesia (Garuda Indonesia Group), PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI). Sementara dari sisi anggota bursa, program ini didukung penuh oleh PT Korea Investment Sekuritas Indonesia dan PT Phintraco Sekuritas.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan bahwa program edukasi lintas profesi ini dirancang untuk memfasilitasi pekerja di industri penerbangan dalam menyusun perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk persiapan masa pensiun serta mitigasi risiko terhadap instrumen investasi ilegal.
“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” jelas Jeffrey dalam acara Sharia Invesment Week (SIW) 2026, Kamis (21/5/2026). (22/5).
Pertumbuhan SID

Jeffrey mencatat, jumlah investor di pasar modal Indonesia telah menembus angka 26.486.735 Single Investor Identification (SID). Angka tersebut merefleksikan pertumbuhan sebesar 30,17% jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025.
Secara spesifik, jumlah investor yang memegang instrumen ekuitas atau saham telah mencapai 9.562.675 SID. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,14% dari total SID saham pada penutupan tahun buku 2025.
“Melalui performa pertumbuhan tersebut, otoritas bursa memproyeksikan perluasan edukasi berbasis segmen profesi dapat terus mengerek tingkat inklusi keuangan nasional,” katanya.
Baca Juga : Purbaya Ramal IHSG Tembus 28.000, Bos Bursa Sebut Bukan Hal Mustahil
Dirinya menargetkan program kemitraan ini mampu menjangkau ribuan pekerja di sektor penerbangan secara bertahap guna memperdalam likuiditas domestik melalui penambahan basis investor ritel baru.

